Jampersal Tidak Untuk Penerima Jamkesmas

JEMBER– Tak semua ibu hamil bisa mendapatkan pelayanan jaminan persalinan (jampersal). Meskipun Jampersal diperuntukkan bagi semua ibu hamil, baik dari keluarga mampu maupun tidak mampu, namun khusus ibu hamil penerima dana jamkesmas dan jamkesda.

“Aturan ini berlaku agar tidak terjadi tumpang tindih. Karena dalam layanan Jamkesmas maupun Jamkesda, pelayanan persalinan sudah termasuk di dalamnya,” terang Humas Dinkes Jember, Yumarlis.

Pada dasarnya, imbuh dia, pemerintah pusat menyelenggarakan program jampersal ini untuk menampung ibu-ibu hamil yang kesulitan membayar biaya persalinan, tapi mereka tidak termasuk dalam penerima Jamkesmas dan Jamkesda. Program jampersal ini diharapkan membantu ibu hamil mendapatkan akses pelayanan persalinan yang optimal.

Dalam petunjuk teknis Jaminan Persalinan, berdasarkan Permenkes nomer 631/Menkes/per/III/2011, disebutkan bahwa kepersertaan jampersal merupakan perluasan dari kepesertaan Jamkesmas, yang terintegrasi dan dikelola mengikuti tata kelola dan manajemen jamkesmas. Itulah sebabnya pemilik jamkesmas tidak bisa menggunakan Jampersal. Yang memiliki Jampersal hanya ibu hamil, ibu bersalin, ibu nifas, dan bayi baru lahir yang belum memiliki jaminan persalinan.

Sementara untuk pelayanannya terbagi menjadi dua, yakni di tingkat dasar dan tingkat lanjutan. Di tingkat dasar, seperti di puskesmas, puskesmas PONED (Pelatihan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar), dan jaringannya termasuk Polindes dan Poskesdes. Pelayanan berupa pemeriksaan kehamilan, pertolongan persalinan normal, pelayanan nifas termasuk KB pasca persalinan, pelayanan bayi baru lahir, penanganan komplikasi pada kehamilan, persalinan, nifas dan bayi baru lahir.

“Nah, bagi pelayanan persalinan yang ada penyulitnya, bisa dirujuk ke pelayanan kesehatan tingkat lanjut,” katanya. Yang selanjutnya disebut pelayanan obsetry neonatal emergensi komprehensif. (Vhivie)

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut