Inilah 10 Kutipan Paus Fransiskus Tentang Kolonialisme, Ekologi, Dan Keadilan Sosial

Paus-dan-Raul-Castro

Sabtu (19/9/2015) sore, Paus Fransiskus bertolak ke Havana, Kuba. Di negeri berhaluan komunis tersebut, pemimpin tertinggi umat Katolik itu akan mengadakan perayaan Misa di Lapangan Revolusi Kuba.

Selain itu, Paus Fransiskus juga akan bertemu Presiden Kuba Raul Castro. Tidak hanya itu, Paus asal Amerika Latin ini juga berencana bertemu dengan pemimpin revolusi Kuba, Fidel Castro.

Kunjungan Paus Fransiskus ke Kuba menarik perhatian banyak orang. Maklum, Kuba dikenal sebagai negara komunis. Sebelumnya, pada bulan Juli lalu, Paus Fransiskus juga mengunjungi sejumlah negara berhaluan kiri di Amerika Latin, yakni Bolivia dan Ekuador.

Berikut ini 10 kutipan dari Paus Fransiskus yang bisa menjadi perenungan sekaligus mata air inspirasi kita bersama:

Tentang Keadilan Sosial:

  • Ekonomi tidak boleh menjadi alat untuk menumpuk harta, tetapi tidak lebih sebagai administrasi untuk rumah bersama kita (our common home). Ini memerlukan komitmen untuk peduli bahwa rumah dan distribusi barang harus adil untuk semua orang.
  • Tidak cukup hanya menunggu beberapa (kekayaan) menetes setiap kali si miskin menggoyang gelas yang tidak pernah bisa menetes dengan sendirinya itu.
  • Tidak boleh ada keluarga tanpa rumah, tidak boleh ada petani tanpa tanah, tidak boleh ada buruh tanpa hak-haknya, tidak boleh ada rakyat tanpa kedaulatan, tidak boleh seorang pun tanpa martabat, tidak boleh ada anak-anak tanpa masa kanak-kanak, dan tidak boleh ada orang tua lanjut usia tanpa kemuliaan di usia tuanya.
  • Kalian, yang direndahkan, dieksploitasi, miskin dan kurang beruntung, dapat berbuat, dan berbuat banyaklah. Aku bahkan mengatakan bahwa masa depan kemanusiaan dalam ukuran besarnya ada di tangan kalian sendiri, melalui kemampuanmu mengorganisasikan dan melaksanakan alternatif kreatif, melalui usahamu setiap hari untuk memastikan “tiga L: Labour, Lodgin, Land” (tenaga kerja, penginapan, dan tanah).

Tentang Kolonialisme

  • Kolonialisme baru mengambil wajah yang berbeda. Kadang-kadang muncul dalam bentuk pengaruh mammon (kekayaan) yang tidak nampak: korporasi, lembaga pemberi pinjaman, perjanjian perdagangan bebas, dan kebijakan penghematan yang memaksa buruh dan si miskin mengencangkan ikat pinggang.
  • Monopoli media komunikasi, yang memaksakan konsumerisme dan penyeragaman budaya, adalah bentuk lain dari kolonialisme baru (neokolonialisme). Ini adalah kolonialisme ideologi.
  • Kolonialisme, baik yang lama maupun baru, hanya mereduksi negara miskin sekedar sebagai penyedia bahan baku dan tenaga kerja murah, hanya menimbulkan kekerasan, kemiskinan, memaksa orang jadi migran dan segala kejahatan yang berjalan beriringan hal itu.  Justru karena, dengan menempatkan pinggiran sebagai pelayan pusat, ia menyangkal hak setiap bangsa untuk berkembang.
  • Perdamaian berdiri tegak tidak hanya dengan penghormatan terhadap Hak Azasi Manusia tetapi juga penghormatan terhadap hak setiap bangsa, khususnya hak untuk merdeka.
  • Ini yang perlu dikutuk: dalam perang dunia ketiga ini, yang dilancarkan sedikit demi sedikit, yang kita alami sekarang, sebuah bentuk genosia sedang terjadi, dan ini harus segera diakhiri.

Tentang Ekologi:

  • Sebuah sistem yang, ketika tidak bertanggung jawab mempercepat laju produksi, ketika menggunakan metode industri dan pertanian yang merusak “Ibu Bumi” (Mother Earth) atas nama produktivitas, yang terus menyangkal hak ekonomi, sosial, dan budaya yang mendasar jutaan saudara dan saudari kami. Sistim yang berjalan ini bertentang dengan rencana Yesus.

Raymond Samuel

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut
  • Semoga dunia bisa makin bersahabat dalam demokrasi real dan kekeluargaan yang nyata. Amin.