Ini Beberapa Aksi Solidaritas untuk Palu, Donggala, dan Sigi

Hari Jumat, 28 September 2018, gempa berkekuatan 7,4 SR mengguncang kota Palu, Donggala, dan Sigi di Sulawesi Tengah.

Tak hanya getaran dahsyat, gempa ini juga diikuti oleh Tsunami, banjir lumpur, dan pergeseran tanah yang menyebabkan ribuan korban jiwa, ratusan orang hilang, ratusan luka-luka, dan puluhan ribu mengungsi.

Puluhan ribu saudara-saudari kita di Palu, Donggala dan Sigi tidak hanya diselimuti duka, tapi juga dicekik kelaparan, kedinginan, dan trauma yang mendalam.

Belum lagi, infrastruktur publik, seperti listrik, sarana komunikasi, sekolah, layanan kesehatan, jalan raya, dan lain-lain, juga hancur sama sekali. Hingga hari ini, pasokan bahan bakar juga sangat terbatas di kota Palu, Donggala dan Sigi.

Praktis, layanan publik dan kegiatan ekonomi lumpuh total pasca gempa tersebut. Tentu saja, ini menyulitkan korban gempa untuk mengakses kebutuhan dasarnya.

Namun, bencana gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah telah menggugah rasa persaudaraan dan kemanusiaan rakyat Indonesia di penjuru tanah air. Banyak kelompok masyarakat mengambil inisiatif untuk melakukan aksi kemanusiaan guna membantu korban gempa di Palu, Donggala dan Sigi.

Berikut beberapa aksi kemanusiaan untuk Palu, Donggala dan Sigi yang dirangkum oleh berdikarionline.com:

Satu, Gotong Royong Untuk Sulawesi Tengah oleh Posko Nasional Menangkan Pancasila

Posko Menangkan Pancasila, sebuah gerakan yang diinisiasi oleh Partai Rakyat Demokratik (PRD) dan sejumlah organisasi sosial, menggalang donasi melalui platform penggalang donasi (crowdfunding), kitabisa.com: https://m.kitabisa.com/UntukPaludanDonggala.

Selain itu, Posko Menangkan Pancasila juga menggalang bantuan dengan membentuk posko kemanusiaan di DKI Jakarta, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Sumatera Selatan, Banten, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, dan lain-lain.

Koordinator Posko Menangkan Pancasila Ahmad Rifai menjelaskan, aksi kemanusiaan untuk korban gempa di Palu, Donggala dan Sigi merupakan bentuk konkret penerapan Pancasila.

“Ini merupakan bentuk konkret bagaimana ber-Pancasila, ya bergotong-royong, untuk membantu meringankan beban saudara-saudari kita,” katanya kepada berdikarionline.com, Selasa (2/10/2018).

Rifai berharap, pemerintah bisa menggerakkan seluruh rakyat untuk bergotong-royong secara nasional guna menggalang dana dan bantuan yang sangat dibutuhkan korban gempa di Sulawesi Tengah.

Dua, Lelang Seni Rupa Tanggap Darurat

Acara ini diadakan di AOA Resto & Creative Space Jalan Selokan Mataram, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Pamerannya dari tanggal 1 Oktober hingga 1 November 2018. Lelangnya setiap Selasa dan Minggu, yang mana hasil penjualan karya atas lelang tadi disumbangkan kepada korban bencana. Even ini juga membuka rekening bagi mereka yang ingin berdonasi lewat BCA 861041556 a/n. Albertus Budi P. Untuk konfirmasinya bisa ke 0857 811 777 19.

Lanjar Djiwo, salah satu perupa yang terlibat dalam aksi kemanusiaan ini, mengatakan,  aksi spontan para perupa di Yogya merupakan bentuk kepedulian para seniman terhadap peristiwan kemanusiaan.

“Karena yang dipunya hanya karya, maka jadilah itu yang coba dilelang untuk tanggap darurat tadi,” katanya.

Menurutnya, lelang seni kemanusiaan ini terbuka bagi siapa saja yang ingin memajang karyanya untuk dilelang. Namun, karena keterbatasan tempat, maka pemajangan karya dilakukan bergantian.

“Karya masing perupa juga dibatasi ukurannnya. Hanya maksimal 80×60 sentimeter, “ ungkapnya.

Para perupa yang terlibat diantaranya Lanjar Jiwo, Radilah, Galang, Joko Budianto, Benk Riyadi, Angga R, Almarhum Wardi Barang (Sanggar Coret), Aris F, Icak Hi (Medan), dan Revi (Front Kebudayaan Nasional).

FKN sendiri ada dibeberapa daerah. Seperti Chating Art dari Sanggar Sesate di Merauke, Papua, juga melakukan hal serupa.

Tiga, Dongeng Celengan Hati

Adalah pendongeng Kak Ardy yang juga tergerak membantu korban bencana gempa di Sulawesi Tengah. Dari tanggal 4 – 25 Oktober 2018, Kak Ardy akan keliling mengunjungi PAUD, TK dan SD mengajak kanak-kanak untuk berdonasi dengan cara mengisi celengan yang diedarkan. Bukan besaran nominal yang dihitung di sini, tetapi soal membangun budaya saling membantu dan bersolidaritas antar sesama.

Bagi sekolah – sekolah SD, TK dan PAUD yang ingin bersolidaritas  atau berdonasi masih dibuka kesempatan mendaftar agar sekolahnya bisa dikunjungi Kak Ardy. Informasi lengkapnya ke nomor telepon 0896 5217 2240.

Empat, Penggalangan Dana Kemanusiaan Untuk Palu dan Donggala, dimotori oleh Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI)

Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI), salah satu organisasi sosial yang bergerak untuk membela hak-hak dasar rakyat dan kaum marginal, menggelar aksi kemanusiaan untuk Sulawesi Tengah melalui penggalangan dana secara door to door hingga di jalan raya.

Di Jakarta dan Bogor, aksi kemanusiaan SRMI ini dimotori oleh ibu-ibu rumah tangga. Lantaran dimotori oleh ibu rumah tangga, yang biasanya identik dengan urusan rumah tangga, aksi kemanusiaan SRMI ini mendapat respon luar biasa.

“Ada ibu-ibu dari Sulteng sampai nangis, karena terenyuh melihat kepedulian ibu-ibu rumah tangga terhadap korban gempa di Sulawesi Tengah,” ujar Koordinator aksi ini, Aris Clowor.

Aris menjelaskan, mereka menggalang dana di sejumlah perempatan jalan di Jakarta barat, seperti di Grogol, Jelambar, dan Kembangan.

“Rencananya, tanggal 3 Oktober kita mulai masuk menggalang dana ke kampong-kampung,” katanya.

Sebelum memulai aksi kemanusiaan ini, SRMI membuat surat ijin ke Dinas Sosial, Polres, Polda, Kapolsek dan Kelurahan.

Sukir Anggraeni

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut