Ide Neoliberal Merosot, Isu Kemandirian Menguat

Dalam Pemilu Presiden (Pilpres) 2014 ini, isu tentang kemandirian nasional cukup dominan. Bahkan, dua pasang calon presiden yang akan berkontestasi dalam pilpres kali ini mengusung isu kemandirian itu dalam visi-misinya.

Koordinator deputi kajian dan bacaan Komite Pimpinan Pusat Partai Rakyat Demokratik (KPP-PRD) Rudi Hartono menilai, menguatnya isu kemandirian nasional ini tidak terlepas dari meluasnya ketidakpuasan rakyat terhadap kebijakan neoliberal dan dampak-dampaknya.

“Kebijakan neoliberal terbukti gagal mensejahterakan rakyat dan memajukan ekonomi nasional. Jadinya, ide-ide yang mengelilingnya pun, semisal investasi asing sebagai motor perekonomian, mulai digugat oleh banyak orang,” katanya.

Menurut Rudi, dalam dua pemilu sebelumnya, yakni Pemilu 2004 dan Pemilu 2009, ide-ide neoliberal cukup dominan. Ditambah lagi, kata dia, kaum neoliberal menjual isu pemerintahan bersih untuk memikat minat pemilih yang sudah jenuh dengan praktek korupsi.

Namun, Rudi menegaskan, dalam dua periode kekuasaan rezim neoliberal SBY, kebijakan neoliberal terbukti hanya membawa bangsa ini dalam situasi keterpurukan ekonomi, seperti menguatnya penguasaan kapital asing terhadap sumber daya dan aset nasional, jeratan utang luar negeri, ketergantungan terhadap impor, dan lain-lain.

Lebih parah lagi, kata Rudi, janji pemerintahan bersih di bawah kekuasaan neoliberal tidak terbukti. “Yang terjadi, di bawah rezim neoliberal, negara dan aparatusnya hanya menjadi instrumen untuk melayani kapital asing. Ini yang membuat maraknya praktek suap dan korupsi dalam proses pengalihan sumber daya alam kepada investor asing,” terangnya.

Menurut Rudi, situasi itulah yang membuat rakyat menghendaki haluan baru dalam Pilpres 2014 ini, yakni jalan kemandirian nasional, sebagai antitesa dari dari rezim neoliberal yang hanya menjadi boneka atau komprador modal asing.

“Bisa dikatakan, menguatnya isu kemandirian nasional ini adalah bentuk kemenangan gagasan bagi kaum nasionalis. Ide neoliberal bukan hanya terpuruk, tapi mereka bahkan tidak sanggup mengajukan capres-cawapresnya sendiri dalam pilpres 2014 ini,” tegasnya.

Namun demikian, Rudi menyadari bahwa, kendati isu kemandirian nasional menguat, namun penyatuan kekuatan diantara barisan nasionalis dan sektor-sektor yang dikorbankan oleh neoliberalisme belum tercipta.

Akibatnya, kata dia, isu kemandirian nasional ini sangat berpotensi dimoderasi dan digembosi. Dalam konteks Pilpres, ia merujuk potensi moderasi itu sangat mungkin terjadi tatkala dua kubu capres nasionalis justru saling berhadap-hadapan dan sama-sama membuka pintu koalisi dengan partai dan elit-elit bermental komprador.

Karena itu, ia menyerukan kepada seluruh kekuatan nasionalis dan rakyat untuk memagari dan mengawal isu kemandirian nasional ini agar tidak dimoderasi atau digembosi oleh kekuatan-kekuatan yang tidak menghendaki Indonesia menjadi bangsa mandiri, berdaulat, dan berkepribadian.

Mahesa Danu

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut