Angka “Human Trafficking” Tinggi, NTT Dipelesetkan jadi “Nusa Trafficking Tinggi”

Sedikitnya 40 mahasiswa asal Nusa Tenggara Timur (NTT), dengan mengenakan pakaian adat daerahnya masing-masing, menggelar aksi teatrikal bertema “Duka Lara” di titik nol kilometer Yogyakarta, Minggu (6/5/2018) malam.

Mereka menamai diri Komunitas Diskusisi Publik Anak NTT, yang disingkat DILAN. Aksi dimulai dari depan pasar Beringharjo, sambil menggotong sebuah peti bertuliskan R-I-P, menuju titik Nol Kilometer.

Mereka menyoroti tingginya kasus kematian NTT akibat perdagangan manusia (human trafficking). Selain itu, mereka juga mengecam penembakan seorang warga bernama Poro Duka, pada 25 April 2018, di pesisir Marosi, Sumba Barat.

Laporan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) sepanjang 2016 hingga awal tahun 2018 menyebutkan, ada 126 buruh migran Indonesia asal NTT yang meninggal di Malaysia.

Dengan perincian, 46 orang meninggal pada 2016, 62 orang pada tahun 2017, dan 18 orang pada bulan januari sampai maret 2018. Mayoritas mereka yang meninggal merupakan korban perdagangan manusia atau Human Trafficking.

Karena tingginya kasus perdagangan manusia dari NTT, massa aksi kemudian memplesetkan nama NTT menjadi Nusa Trafficking Tinggi.

Menurut Oca Makin, salah seorang peserta aksi, tingginya kasus perdagangan manusia di NTT dipicu oleh kemiskinan dan kurangnya lapangan pekerjaan.

“Tingkat kesenjangan ekonomi yang sangat tajam, sehingga masyarakat NTT sulit memenuhi kebutuhan pangan sandang dan papan,” katanya.

Dalam aksi teatrikal itu diperlihatkan bagaimana buruh migran asal NTT diperjual-belikan. Kemudian, setelah tiba di negara tempat pemberi pekerjaan, buruh tersebut mengalami kondisi kerja yang buruk dan tidak manusiawi.

Dalam aksinya, mahasiswa NTT di Yogyakarta mendesak Presiden Joko Widodo memperhatikan nasib rakyat NTT, termasuk mendorong ekonomi yang berujung pada penciptaan kesempatan kerja seluas-luasnya.

Mereka juga mendesa Kepala Kepolisian RI Jenderal (Pol) Tito Karnavian untuk mengusut sindikat perdagangan manusia di NTT dan kasus penembakan Poro Duka.

Yohana S

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut