GSBI: Reshuffle Kabinet Hanya Sandiwara Politik

Pengurus Pusat Gabungan Serikat Buruh Independen (GSBI) menganggap keputusan Presiden SBY untuk melakukan reshuffle kabinet hanyalah ‘sandiwara politik’ di tengah-tengah penderitaan rakyat akibat krisis ekonomi.

“Sungguh sangat disayangkan, ditengah semakin sulitnya kehidupan yang dialami oleh rakyat, presiden justru sibuk menata ulang formasi kabinet,” kata Rudi HB Daman, Ketua Umum GSBI, dalam siaran persnya di Jakarta, 19 Oktober 2011.

Bahkan, kata Rudi, SBY tidak mengambil sikap apapun ketika terjadi unjuk rasa yang menewaskan buruh PT Freeport Indonesia. “Ini adalah bukti nyata bahwa kepentingan rakyat bukanlah hal utama bagi pemerintahan SBY,” tegasnya.

Rudi juga membantah pernyataan SBY bahwa alasan reshuffle adalah karena aspirasi dan masukan dari masyarakat luas. “Kami organisasi serikat buruh tidak pernah merasa diminta untuk memberikan masukan apapun oleh pemerintah selama ini.”

Rudi menganggap pernyataan SBY tersebut sebagai lip service semata. Langkah reshuffle hanyalah sebuah cara untuk mengamankan kekuasaan SBY-Budiono hingga 2014.

Ia pun menuntut pemerintah SBY lebih merespon persoalan-persoalan rakyat, seperti jaminan atas kesejahteraan hidup, jaminan atas upah, jaminan atas tanah sebagai sumber penghidupan mereka, pendidikan dan lapangan kerja yang luas bagi anak dan pemuda Indonesia, dan lain-lain.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut