Gerakan Anti-Nuklir Di Jerman

Sejak kemarin aktivis anti-nuklir di jerman menggelar demonstrasi besar-besaran untuk menentang pengangkutan sampah nuklir lewat jalur kereta api dari perancis menuju kota Gorleben, Jerman utara, tempat dimana sampah nuklir itu akan disimpan.

Media setelah melaporkan antara 30.000 sampai 50.000 aktivis menduduki lapangan, jalan, dan jalur kereta di sebelah utara kota Danneberg.

Kereta tersebut diperkirakan membawa 123 ton limbah radio-aktif menuju kota Dannenberg, sebelum akhirnya diangkut menuju tempat penyimpanan terakhir di kota Gorleben.

Polisi menggunakan pentungan, semprotan merica, dan gas air mata untuk membubarkan demonstran yang memblokade jalur kereta api.

Demonstran berusaha membalas dengan menggunakan kembang api dan lemparan batu. Namun, polisi bertindak brutal dengan memukuli dan menangkap sejumlah demonstran.

Demonstran berusaha menggali lubang dibawah rel, sebagai cara untuk memutus laju kereta pembawa limbah nuklir—yang disebut juga “roda Chernobyl”.

Polisi terpaksa harus membersihkan 60-an traktor yang memblokir jalan utama antara Dannenberg dan Gorleben, sekitar 12 kilometer dari gudang penyimpanan.

Terbesar dalam 30 tahun terakhir

Demonstrasi kali ini disebut-sebut aksi anti-nuklir terbesar dalam 30 tahun terakhir di Jerman. Demonstrasi ini diorganisasikan oleh Partai Hijau (Die Grünen) dan Partai Kiri (Die Linke).

Wolfgang Ehmke, salah seorang jurubicara aksi ini, mengatakan bahwa usaha menganggu pengiriman melalui blockade bukan hanya untuk menunda kedatangan limbah nuklir, tetapi juga untuk melawan kebijakan nuklir terbaru pemerintahan konservatif-liberal, Angela Merkel.

Pemerintahan Merkel baru saja memperpanjang jangka waktu operasi PLTN yang ada, yaitu sekitar 8 sampai 14 tahun.

Jajak pendapat memperlihatkan bahwa mayoritas rakyat Jerman menentang perluasan pengembangan nuklir. Namun, pemerintahan Angela Merkel menganggap tenaga nuklir sebagai jembatan teknologi yang diperlukan untuk menutupi kebutuhan negara.

Sebaliknya, partai hijau beranggapan bahwa perluasan tenaga nuklir akan menghambat pengembangan energi alternatif yang ramah lingkungan.

Claudia Roth, seorang politisi terkemuka partai hijau, mengatakan pada akhir pekan ini bahwa pihaknya akan membawa isu nuklir dalam pemilu negara pada tahun 2013 mendatang.

Oposisi hijau dan Sosial demokrat berjanji untuk memerangi kebijakan nuklir di mahkamah konstitusi Jerman. Jajak pendapat menunjukkan bahwa, jika pemilu diselenggarakan sekarang, maka oposisi akan dengan mudah mengalahkan Merkel.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut
  • salam taulina salam indonesia adidaya.negara222 barat tidak mungkin melepaskan diri dari nuklir.itu hanya sandiwara saja mengecoh negara2 berkembang agar terbius tidak menggunakan nuklir,kita harus tetap yakin pada keyakinan.

  • kamdi

    Buktinya sebagian besar negara Barat tetap memakai nuklir kok. Kalau mereka kampanye di negara negara berkembang untuk menolak nuklir kan ironis. La wong mereka sendiri tidak bisa menghentikan di negeri sendiri.Partai anti nuklir (Grune dan Link) hanya menguasai 20 persen. Dan pada saat pengambilan kekuasaan mereka akhirnya berkoalisi dengan CDU.