Forum Akademisi IT: Ada 4 Celah Potensi Kecurangan Pemilu 2014

Ketua Forum Akademisi Teknologi Informatika (TI) Hotland Sitorus menilai,  setidaknya terdapat empat celah potensi kecurangan pada Pemilu 2014 yang akan datang. Keempat celah tersebut adalah celah administratif,  teknologi (hardware/software), campur tangan manusia, dan regulasi (aturan).

Menurut Hotland, potensi kecurangan melalui celah administratif dimungkinkan terjadi karena adanya temuan program E-KTP yang bermasalah dan persoalan DPT yang tidak valid.

“Dikaitkan dengan proses pembuatan E-KTP, maka perlu dipertanyakan, adakah mekanisme pengawasan pembuatan E-KTP yang dapat memastikan bahwa E-KTP yang tercetak jumlahnya sesuai dengan yang berhak mendapatkannya,” kata Hotland, di Jakarta, Senin (21/10/2013).

Hal tersebut, kata Hotland, sangat mungkin apabila dikaitkan dengan putusan MK pada Pemilu 2009 lalu, yang memperbolehkan penggunaan KTP bagi yang tidak tercantum di DPT. “Jadi sangat jelas benang merahnya dan sangat potensial disalahgunakan pada Pemilu 2014 nanti,” paparnya.

Sedangkan peluang kecurangan yang kedua menyangkut penyalahgunaan teknologi (software/hardware). Hotland mendesak Komisi II DPR-RI  untuk menginstruksikan agar perangkat teknologi yang digunakan KPU divalidasi sebelum digunakan pada Pemilu 2014 nanti.

Sementara celah ketiga, kata Hotland, terjadi karena campur tangan manusia, dalam hal ini penyelenggara pemilu,  yang dapat menyalahgunakan kekuasaannya untuk merekayasa hasil Pemilu.

“Pengamanan Pemilu harus dapat menjamin sterilnya Pemilu dari tindakan manipulasi data dan hasil pemilu,” tegas Hotland.

Oleh karena itu, menurut dia, pengamanan Pemilu jangan dianalogikan sebagai sesuatu yang rahasia dan tertutup bagi pihak-pihak di luar KPU. Sikap seperti ini, ujarnya, jelas bertentangan dengan demokrasi. Namun, ia menegaskan bahwa pengamanan pemilu tidak dapat dilepaskan dari prinsip transparansi.

Lalu, celah keempat adalah regulasi atau aturan yang dikeluarkan oleh Lembaga Negara, seperti MK dan KPU, sehubungan dengan penyelenggaraan Pemilu 2014.

Forum Akademisi IT mengajak semua elemen bangsa untuk bersama-sama mengawasi proses dan pelaksanaan pemilu 2014 mendatang. Forum Akademisi IT menyatakan kesediannya bekerjasama dengan lembaga lain untuk mengawasi proses demokrasi ini.

Mahesa Danu

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut