Ribuan Petani Kembali Duduki Kantor Gubernur Jambi

Jambi.jpg

Ribuan petani yang tergabung dalam Gerakan Nasional Pasal 33 UUD 1945 (GNP-33 UUD 1945) kembali menduduki kantor Gubernur Jambi sejak Senin (21/10/2013).

Para petani, yang sebagian warga Suku Anak Dalam (SAD), menuntut pemerintah Provinsi Jambi segera mencabut Hak Guna Usaha (HGU) PT. Asiatic Persada. “PT. Asiatic Persada tidak punya itikad baik untuk menyelesaikan konflik agraria dengan warga SAD,” kata koordinator aksi, Andi Syaputra.

Menurut Andi, PT. Asiatic Persada sudah berulangkali mendapat surat peringatan dari Pemrov Jambi untuk pengembalian hak ulayat milik SAD 113 seluas 3550 ha, tetapi sampai sekarang tidak diindahkan. “Kami tidak akan pulang ke rumah sebelum tuntutan kami dikabulkan,” kata Andi.

Bagi Andi, tuntutan warga SAD terkait pencabutan HGU PT. Asiatic Persada sangat masuk akal. Pasalnya, perusahaan sawit tersebut terbukti merampas hak ulayat milik warga SAD.

Lebih lanjut Andi menegaskan, penyelesaian konflik agraria antara warga SAD dengan PT. Asiatic Persada harus mengacu pada pasal 33 UUD 1945 dan UU Pokok Agraria (UUPA) 1960.

Setelah berorasi selama kurang lebih 30 menit, perwakilan petani diterima berdialog dengan Kepala Biro Pemerintahan Setda Provinsi Jambi, Yazirman. Kepada para perwakilan petani, Yazirwan menjanjikan bahwa pemprov Jambi akan mengeluarkan surat teguran ketiga.

Menurut Yazirwan, surat teguran ketiga itu akan ditanda-tangani oleh Sekda Provinsi Jambi, Syahrasaddin, dengan memberi tenggat waktu kepada PT. Asiatic Persada selama 2 x 7 hari.

Menanggapi hal tersebut, warga SAD dan organisasi-organisasi yang terlibat dalam aksi ini bersepakat akan menggelar aksi pendudukan hingga janji Pemrov Jambi tersebut benar-benar terealisasi.

Hingga berita ini diturunkan, para petani masih bertahan di kantor Gubernur Jambi. Mereka mendirikan tenda untuk menginap di halaman kantor Gubernur.

Aksi massa GNP-33 UUD 1945 ini melibatkan Partai Rakyat Demokratik (PRD), Serikat Tani Nasional (STN), Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND), Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI), Perkumpulan Hijau, AGRA, CAPPA, Sawit Wacht, Serikat Petani Indonesia (SPI), LSM Peduli Bangsa, masyarakat SAD Bukit Terawang, masyarakat Sei dan Beruang serta MAPALA Gita sada Universitas Batanghari.

Hadi Yatullah

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut