FAM Unair Ingatkan Cita-Cita Pejuang Kemerdekaan Kepada Pejabat Universitas

Siang tadi, puluhan aktivis Forum Advokasi Mahasiswa Universitas Airlangga (FAM-Unair) mendatangi makam salah satu tokoh pertempuran 10 November 1945, yaitu Bung Tomo.

Angela Sima Nariswari, aktivis yang ditunjuk sebagai humas aksi ini, mengatakan bahwa aksi ini bukanlah rengekan atau aduan kepada Bung Tomo, melainkan sebuah aksi simbolik untuk mengingatkan kembali para dosen dan pejabat Unair tentang cita-cita perjuang kemerdekaan dulu.

Lebih lanjut, menurut mahasiswa kedokteran ini, kenaikan biaya pendidikan di kampus Unair tidak terlepas dari adanya bentuk penjajahan gaya baru, yang dapat dilihat dalam bentuk program liberalisasi sektor pendidikan atas rekomendasi IMF, Bank Dunia, dan ADB.

Dalam aksinya, mahasiswa mengenakan jas almamater dan mengecat bagian wajahnya dengan merah-putih. Di atas pusara Bung Tomo, Abdul Rahman, salah seorang aktivis FAM UNAIR, menceritakan kisah heroik perjuangan rakyat Surabaya saat pertempuran 10 November 1945.

Setelah itu, dua orang aktivis FAM Unair, yaitu Angela Sima Nariswari dan Dani Samuel, memainkan instrumental lagu “Indonesia Tanah Air Beta”. Kemudian seorang mahasiswa menutup kunjungan ini dengan doa dan tabur bunga.

Dalam pernyataan sikapnya, FAM Unair tetap berpegang pada posisinya: menolak kenaikan Sumbangan Pengembangan dan Peningkatan Pendidikan (SP3), termasuk skema baru yang ditawarkan pihak pejabat Unair.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut