Dua Muslimah Progresif ini Terpilih sebagai Anggota Kongres AS

Dari 95 perempuan yang berhasil duduk di House of Representatives atau DPR Amerika Serikat, dua diantaranya adalah muslimah. Mereka bukan muslimah biasa, tetapi berpikiran maju alias progressif.

Mereka adalah Rashida Tlaib dan Ilhan Omar. Rashida menang di Distrik 13 Michigan, sedangkan Ilhan menang di Minnesota. Kemenangan mereka berdua juga sangat signifikan. Rashida memperoleh suara 84,8 persen, sedangkan Ilhan mendapat 72,8 persen.

Alhasil, mereka berduka mencatat sejarah besar dalam politik Amerika serikat: sebagai perempuan Muslim pertama yang menduduki kursi Kongres Amerika Serikat. Luar biasa, kan?

Keduanya maju lewat kendaraan elektoral Partai Demokrat. Rashida sendiri tercatat sebagai anggota Democatic Socialist of America (DSA), sebuah organisasi berhaluan sosialis di Amerika yang menyokong pencalonan Bernie Sanders di pemilu AS.

Rashida adalah anak keturunan Palestina. Sebagai anak imigran, beragama Islam pula, terjun dalam politik AS bukan perjuangan gampang bagi Rashida. Apalagi, ketika sentimen anti-imigran dan Islamophobia sedang menguat di AS.

Selama kampanye, alumnus Fakultas Hukum Western Michigan University mengusung program yang sangat progressif, seperti program keadilan sosial dengan upah minimum 15 USD per jam, kesehatan untuk semua, anggaran yang lebih besar untuk pendidikan, jaminan kesetaraan hak (termasuk untuk LGBT), dan lain-lain.

Latar belakang Ilhan Omar tak kalah menarik. Dia adalah anak pengungsi asal Somalia. Dia masih berusia 8 tahun ketika dirinya dan keluarganya meninggalkan Somalia yang dikoyak oleh perang saudara.

Selama 4 tahun dia menghabiskan hidupnya di kamp pengungsi di Mombasa, Kenya. Lalu, pada usia 12 tahun, dia tiba di Minnesota, Amerika Serikat. Dia belajar Bahasa Inggris secara otodidak dengan menonton TV Amerika.

Semasa sekolah, Ilhan aktif berorganisasi. Hingga, setelah menamatkan studi ilmu politiknya, dia terjun sebagai organiser komunitas pada isu peningkatan nutrisi. Dia juga aktif dalam jaringan organisasi perempuan, yang memperjuangkan partisipasi politik perempuan.

Di usia 33 tahun, Ilhan maju di pemilihan DPRD Minnesota lewat partai lokal bernama Buruh-Petani-Demokratik (DFL), yang berafiliasi pada Partai Demokrat. Dan berhasil menang.

Ketika Bernie Sanders maju sebagai Capres AS, Ilhan menjadi pendukung sekaligus relawannya. Hingga dia bangga menyebut dirinya sebagai “demokratik sosialis”.

Dalam kampanye pemilihan DPR, Ilhan juga mengusung isu-isu progressif, seperti upah minimum 15 USD per jam, peningkatan anggaran pendidikan, rumah terjangkau untuk rakyat Amerika, dan energi terbarukan 100 persen.

“Hari ini lebih dari sekadar kemenangan, ini tentang membangun koalisi untuk melawan politik ketakutan dan kelangkaan. Saya seorang legislator, pengungsi, dan ibu pekerja. Tapi di atas itu semua, saya seorang organisator dan saya siap untuk mengorganisir Amerika yang layak kita dapatkan. Saya meminta Anda untuk bergabung,” tulis Ilhan di twitternya, Selasa (6/11/2018).

Selama berjuang, Rashida Tlaib dan Ilhan Omar!

Raymond Samuel

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut