DPR Korea Peringati 62 Tahun Pendirian Negerinya

PYONGYANG: Republik Demokratis Rakyat Korea (DPRK) memperingati 62 tahun pendirian republik para pekerja ini. Dunia juga bisa menyaksikan dan menyoroti konferensi-konferensi besar dari partai berkuasa, Partai Pekerja Korea (WPK), yang pertama kalinya dalam 44 tahun.

Radio pemerintah memperdengarkan lagu-lagu patriotik selama sehari, sementara Koran resmi partai,  Rodong Sinmun, mengangkat editorial mendesak seluruh rakyat dan apparatus negara memperat persatuan di bawah kepemimpinan pemimpin tertinggi Partai Pekerja Korea (WPK), Kim Jong Il.

Sebuah pesta diadakan di istana kebudayaan rakyat pada sore hari, untuk menandai perayaan secara khusus.

Di jalan-jalan Pyongyang, bendera nasional dikibarkan tinggi-tinggi. Arus lalu-lintas tidak seperti biasanya, karena sebagian besar rakyat memilih berlibur di rumah.

Rakyat dari berbagai kalangan memberi penghormatan terakhir kepada pendiri Republik Demokrasi Korea, Kim Il Sung, dengan menempatkan karangan bunga di atas patung perunggu di ibukota.

DPRK sedang menyambut zaman keemasan dalam pembangunannya, menunjukkan kepemimpinan paling energik dan tak terkalahkan dari Kim Jong Il, kata Perdana Menteri  Choe Yong Rim saat berbicara dalam pertemuan nasional untuk memperingati pendirian DPRK.

Choe mengatakan DPRK ingin memperbaiki hubungan dengan Korea Selatan di bawah “deklarasi bersama 15 Juni”, dan menambahkan bahwa negaranya akan melakukan serangan balik, termasuk dengan penangkal nuklir, jika Korea Selatan dan AS terus menerus memancing perang di Semenanjung Korea.

Kim Jong Il menghadiri sebuah paduan suara untuk menghormati hari pendirian republik, demikian dilaporkan kantor berita KCNA.

Kim, yang juga komandan tertinggi angkatan perang dan ketua komisi pertahanan nasional, sangat menikmati penampilan paduan suara itu, bersama dengan para pejabat partai dan petinggi militer, kata laporan itu.

Pemimpin tertinggi DPRK ini menerima begitu banyak keranjang bunga dan ucapan selamat dari dalam dan luar negeri, kata sebuah laporan kantor berita resmi.

Pemimpin Kuba Raul Castro dan Menteri luar negeri  Bruno Rodriguez mengirim keranjang bunga ke kedutaan besar DPRK di Havana.

Presiden Palestina Mahmoud Abbas juga mengirim keranjang bunga melalui duta besar Palestina untuk DPRK, Ismail Ahmed Mohamed Hasan.

Media massa internasional sibuk berspekulasi mengenai konfrensi partai berkuasa. Tapi belum ada pengumuman resmi mengenai tanggal dan dimana tempat pertemuan itu akan dilakukan, meskipun Politbiro sudah mengumumkan pada 23 Juni bahwa pertemuan itu akan dilakukan pada awal September.

Koran partai  Rodong Sinmun mengatakan pada hari senin bahwa delegasi akan datang dari seluruh negeri ke Pyongyang, dimana kebijakan dan perubahan kepemimpinan akan diputuskan. (Rh)

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut