Dianggap Ingkar Janji, Kapolres Didemo Petani Suku Anak Dalam

Ratusan petani Suku Anak Dalam (SAD) menggelar aksi massa di depan Markas Polres Batanghari, Jumat (4/9/2012). Petani Suku Anak Dalam menganggap Kapolres Batanghari mengingkari janjinya perihal pembebasan tiga warga SAD 113.

Sebelumnya, pada 30 Agustus 2012 lalu, saat petani SAD 113 menggelar aksi massa di Mapolres, Kapolres Batanghari berjanji akan segera membebaskan tiga orang petani SAD tersebut.

Aksi massa ini mendapat penghadangan oleh aparat kepolisian. Meski begitu, petani yang menumpangi puluhan kendaraan ini tak merasa gentar. Mereka terus menerobos dan bergerak menuju Mapolres.

Ketegangan kembali berlanjut di depan Mapolres. Belum sempat menggelar orasi-orasi, massa aksi sudah dibubarkan oleh polisi. Petani SAD pun berusaha memberikan perlawanan seadanya.

“kami tidak akan pulang sebelum teman kami yang ditahan dibebaskan, karena penangkapan warga SAD 113 tidak beralasan,” kata salah seorang warga.

Bagi petani SAD, penangkapan ketiga tersebut tidak beralasan. Serikat Tani Nasional (STN), organisasi tempat bernaungnya para petani SAD, menuding polisi sengaja mengkriminalisasi petani SAD.

Petani baru merasa tenang setelah ada janji Kapolres mengenai pembebasan ketiga petani. Massa aksi pun bergeser ke tempat lain, sambil menunggu pembebasan rekan-rekannya.

Sekitar pukul 16.00 WIB, ketiga petani tersebut dibebaskan. Massa aksi pun menyambut rekannya dengan suka-cita.

Joko Supriyadi Nata

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut