Buruh Tambang di Berau Mogok Nasional

Buruh Pertambangan di Berau Mogok Nasioanl

Ribuan buruh pertambangan di Berau, Kalimantan Timur, ambil bagian dalam mogok nasional, Rabu, 3 Oktober 2012. Lebih dari seribu buruh dari PT. Darma Henwa Tbk. PT. Buma, PT. BJU, PT. PPC, PT. PSG, PT Riung Mitra Lestari, PT. Rico Bada Abadi, PT. BEE mulai berkumpul sejak pagi hari di depan kantor DPRD Berau. Mereka berasal dari beberapa serikat buruh seperti Front Nasional Perjuangan Buruh Indonesia (FNPBI), Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI), dan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI).

Dalam orasi-orasinya buruh mengajukan tuntutan yang serupa dengan kawan-kawannya di daerah lain seperti tolak outsourcing, tolak upah murah, jaminan kesehatan, dan pelaksanaan Pasal 33 UUD 1945. Sementara koordinator lapangan, Ilham, dari FNPBI, mengatakan tuntutan tersebut merupakan bagian dari solidaritas buruh pertambangan di Berau terhadap buruh di seluruh Indonesia.

Setelah hampir 2 jam di kantor DPRD, massa bergerak menuju kantor Disnakertrans Berau. Lebih lanjut, dalam orasinya Ilham mengatakan bahwa pemerintah hari ini tak benar-benar mau menjalankan apa yang diinginkan oleh buruh. Padahal dalam setiap aksi buruh, khususnya perayaan May Day, buruh selalu menyuarakan tuntutan yang sama.

Dalam kesempatan yang sama demonstran buruh juga menyampaikan kritik terhadap revisi UU Ketenagakerjaan Nomor 13 tahun 2003 oleh Mahkamah Konstitusi yang dinilai setengah hati. Mereka juga menuntut kawan-kawan yang di-PHK sepihak oleh perusahaan agar dapat dipekerjakan kembali.

Lalu Firmansyah, aktivis SBSI dalam orasinya mengatakan bahwa Indonesia adalah negara yang kaya akan hasil tambang, tapi buruhnya masih jauh dalam kehidupan layak. Mereka menyerukan kepada  pemerintah untuk kembali kecita-cita Proklamasi 1945 dan amanat UUD 1945, melaksanakan pasal 33 secara benar dan konsisten.

Setelah sekitar tiga jam di kantor Disnakertrans, massa bergerak menuju kantor Bupati Berau. Di sini mereka kembali menyuarakan tuntutan yang sama dan meneriakkan slogan politik seperti laksanakan Pasal 33 UUD 1945, usir imperialisme sekarang juga. Massa buruh ditemui langsung oleh Bupati Berau, dan aksi berakhir pada pukul lima sore.

Eddy Aspiansyah 

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut