Buruh PT. Citra Sawit Lestari Tuntut Upah Sesuai UMK

Aksi massa ratusan buruh PT. Citra Sawit Lestari (CSL) menuntut upah sesuai UMK di DPRD Bulungan, Kalimantan Utara. (Foto: Edi Bulungan)

Sedikitnya 400-an buruh PT. Citra Sawit Lestari (CSL) menggelar aksi massa di kantor DPRD Bulungan, Kalimantan Utara, Selasa (7/5/2013). Mereka menuntut pihak PT. CLS membayar upah buruh sesuai Upah Minimum Kota/Kabupaten (UMK) Bulungan.

“UMK Bulungan adalah sebesar Rp. 1.875000, yang sudah disepakati oleh Dewan Pengupahan. Seharusnya semua pengusaha, termasuk pengusaha PT.CLS, harus membayar upah buruh sesuai ketentuan itu,” kata Ketua Partai Rakyat Demokratik (PRD) Kalimantan Utara, Syahril, saat menyampaikan orasi dalam aksi buruh itu.

Dalam aksi tersebut, para buruh juga memprotes adanya PHK sepihak kepada buruh karena mendirikan serikat pekerja. “PT. CLS, yang diduga dimiliki oleh Edhie Baskoro, anak Presiden SBY, telah melakukan praktek union-busting,” ungkap Syahril.

Tak hanya itu, kata Syahril, perusahaan tersebut menerapkan sistem kerja kontrak untuk para pekerjanya. Bagi Syahril, tindakan tersebut sangat bertentangan dengan konstitusi, yakni UUD 1945, yang mengaruskan negara menjamin pekerjaan dan penghidupan layak bagi rakyatnya.

Sebelum menggelar aksi di kantor DPRD Bulungan, buruh PT. CLS juga menggelar aksi mogok di tempat kerjanya. Dalam aksi di kantor DPRD, perwakilan buruh diterima berdialog dengan pihak DPRD dan Dinasker Bulungan.

Dalam pertemuan itu, pihak DPRD dan Disnaker Bulungan berjanji akan menindak keras perusahaan yang membayar upah buruhnya di bawah keputusan UMK. Selain itu, pihak DPRD juga akan mendukung pembentukan Sekretariat Bersama (Sekber) Buruh untuk menampung pengaduan para buruh.

Aksi buruh ini di bawah naungan Aliansi Buruh Menggugat (ABM), yang merupakan gabungan dari Front Nasional Perjuangan Buruh Indonesia (FNPBI) dan Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI).

Edy Aspiansyah

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut