Buruh dan Mahasiswa di Wisconsin Protes Gubernur

Puluhan ribu pekerja dan mahasiswa di kota Madison, Wisconsin, Amerika Serikat, menduduki gedung walikota negara bagian tersebut. Mereka memprotes rencana Gubernur Scott Walker yang menghilangkan hak colective bargaining agreement (Indonesia: Perjanjian Kerja Bersama) melalui sebuah undang-undang di negara bagiannya. Keputusan Scott Walker ini dikatakan sebagai upaya pemerintahannya, untuk mengatasi defisit anggaran di negara bagian Wisconsin. Pemerintahan Scott Walker didukung dua partai sayap kanan di AS yakni Partai Republik dan Tea Party. Dengan penguasaan atas mayoritas parlamen, Walker berharap dapat meloloskan undang-undang ini dalam waktu cepat. Namun buruh dan mahasiswa terlebihdahulu mengambil-alih gedung pemerintah tersebut.

Aksi pendudukan ini telah berlangsung hampir dua minggu, dan sebagian di antara peserta aksi menginap di tempat tersebut. Scott Walker mengatakan tidak akan melakukan negosiasi, karena “pemerintah tidak punya apa-apa untuk dinegosiasikan. Seperti halnya negara (bagian) lain di negeri ini, kita ini sedang bangkrut,” katanya pada New York Times. Walker bahkan sempat mengancam akan membubarkan peserta aksi dengan pasukan keamanan, namun ancaman ini tidak digubris pengunjuk-rasa.

Ribuan pekerja sektor publik seperti guru, perawat, petugas pemadam kebakaran, pekerja kebersihan, maupun sektor swasta, didukung oleh mahasiswa tetap bertahan. Bahkan, berita terbaru mengabarkan, sebagian petugas kepolisian telah bergabung dalam aksi protes ini. Rick Bedgar, salah seorang pemimpin serikat buruh di Wisconsin mengatakan, dengan keputusan ini kaum buruh tidak dapat menegosiasikan hak-haknya atas asuransi kesehatan, pensiun, liburan, dan waktu kerja.

Seperti diketahui, perusahaan-perusahaan raksasa dan perbankan di Amerika Serikat sedang mencari jalan keluar dari krisis besarnya sejak 2008. Selain memasifkan penghisapan terhadap negeri-negeri dunia ketiga, mereka juga memotong hak-hak sosial-ekonomi buruh di negerinya. Ketidakadilan tampak jelas, karena langkah memangkas hak-hak buruh ini dibarengi dengan sejumlah kompensasi bagi perusahaan-perusahaan besar di negeri tersebut. Menurut Departemen Pendapatan Wisconsin, dua-pertiga dari jumlah korporasi di negara bagian tersebut tidak lagi membayar pajak kepada negara. Bila upaya Scott Walker ini berhasil, maka sejumlah negara bagian lain kemungkinan akan mengambil langkah serupa. (Dari berbagai sumber)

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut