Puluhan Organisasi Dukung Perjuangan Petani Jambi

Puluhan organisasi pergerakan di Jakarta menyatakan dukungan penuh terhadap perjuangan petani Jambi. Deklarasi dukungan ini disampaikan melalui konferensi pers di Wisdom Institute, Jakarta, Minggu (6/1).

Organisasi-organisasi yang bersatu mendukung perjuangan petani jambi, diantaranya, Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA), Institute For Global Justice (IGJ), Koalisi Anti Utang, FAM Universitas Indonesia, Aliansi Mahasiswa Indonesia Bandung, Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem), Petisi 28, dan Pemuda Kebangsaan.

Sebelumnya, sejumlah organisasi telah menjadi bagian dari perjuangan petani Jambi ini, seperti Partai Rakyat Demokratik (PRD), Serikat Tani Nasional (STN), Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI), Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND), dan Front Nasional Perjuangan Buruh Indonesia (FNPBI).

Aktivis Petisi 28 Haris Rusli Moti menekankan bahwa aksi petani Jambi merupakan bentuk pengorbanan yang patut dihargai. “Bagi saya, pengorbanan petani Jambi, baik melalui aksi pendudukan maupun aksi jalan kaki ribuan kilometer, patut ditiru oleh gerakan pemuda dan mahasiswa,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Umum Repdem, Masinton Pasaribu, mengapresiasi perjuangan petani Jambi yang mengusung isu penegakan Pancasila dan UUD 1945. “Banyak kebijakan pemerintah, termasuk Kementerian Kehutanan, justru mengangkangi Pancasila dan Konstitusi. Karena itu, kalau petani mengusung isu konstitusi, itu patut diapresiasi,” katanya.

Aktivis KPA Iwan Nurdin juga mengapresiasi perjuangan petani Jambi dalam memperjuangkan keadilan agraria. Iwan bilang, sekarang ini ada 33 ribu desa yang berada di kawasan hutan. “Gara-gara UU nomor 41 tahun 1999 tentang kehutanan, semua desa itu dianggap ilegal. Padahal, desa-desa itu punya perangkat desa yang resmi dan legal,” ungkapnya.

Bagi Iwan, ketidakadilan agraria itu harus diakhiri. “Saya sangat mengapresiasi perjuangan petani Jambi ini. Kawan-kawan petani Jambi telah menciptakan momentum dan ruang untuk bersatunya kita dalam menuntut keadilan agraria di Republik ini,” tegasnya.

Ketua Umum PRD Agus Jabo Priyono mengatakan, aksi longmarch petani Jambi merupakan akumulasi dari perlawanan kaum tani terhadap ketidakadilan agraria.

Agus Jabo mengingatkan, kalau pemerintah tidak kembali ke semangat konstitusi, khususnya pasal 33 UUD 1945, maka konflik agraria akan meletus lebih hebat lagi. “Ini jangan dianggap enteng. Banyak sekali konflik agraria yang berpotensi meledak,” katanya.

Dalam konferensi pers siang tadi, para aktivis dari lintas organisasi ini juga mengutuk keras aksi pelemparan molotov terhadap mobil pengangkut logistik petani Jambi, Sabtu (5/1) dini hari.

Mahesa Danu

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut
  • hadi Posbara(DPK) SRMI jambi

    Hancurkan segala tirani yang membelnggu leher Rakyat.