Buku Puisi Dewi Nova Dilaunching Di Surabaya

Buku puisi berjudul “Burung-Burung Bersayap Air”, karya Dewi Nova, diluncurkan di kota Pahlawan, Surabaya, dengan dihadiri oleh aktivis pergerakan, seniman, dan pengurus partai politik (20/12).

Surabaya menjadi kota ke-3 yang melakukan launching buku ini setelah Jakarta dan Semarang. Acara ini merupakan hasil kerjasama antara Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND), Jaringan Kerja Kebudayaan Rakyat (Jaker), dan Komunitas Kampung Ilmu.

Ketua Umum Jaker, Tejo Priyono, yang sengaja datang dari Jakarta untuk acara ini, menyatakan bahwa buku ini menjadi penting karena banyak bercerita soal kekerasan, penindasan, utamanya yang dialami kaum perempuan.

Tampil sebagai pembedah buku dalam acara ini adalah Dede Oetomo (Budaya), Akhuidat (Sastrawan), dan Romo Ghani (Budayawan).

Sang penulis, Dewi Nova, berkesempatan untuk menjelaskan latar-belakang dan makna di balik karya-karya puisinya.

Dewi bertutur kekejian, penghinaan diri manusia oleh manusia, mulai dari Aceh, Poso, Manggarai hingga jauh ke Patpong Thailand. Bacalah: “Tutur Inong Aceh”, “Lelaki Bersenjata Itu, Kekasihku!”, “Kepada Perempuan-perempuan Patpong”. Semua begitu realis, kepiluan nan keji tepatnya.

Tapi tidak melulu cerita kalah, karena Dewi juga mencatat kisah para perempuan tangguh, seperti dalam: “Perempuan-perempuan Gunung”, “Kau Ambil Parang Kami, Kurampas Senjata Kalian!”, terbang hingga ke Burma sana dalam sosok Aung San Suu Kyi.

Dewi juga apik melukis kata, memadukannya dengan berbagai nama flora, menjadi judul yang nyastra macam: “Cinta Bunga Teh”, “Perempuan Opium”, “Sekelopak Kisah”, “Bisik Daun Tembakau”.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut