Warga Pertanyakan Dana Bantuan Gempa Tasikmalaya

Meski gempa Tasikmalaya sudah berlangsung setahun lebih, namun persoalan distribusi bantuan belum sepenuhnya merata dirasakan oleh warga korban gempa, termasuk penyaluran dana bantuan tahap pertama.

Begitulah yang terjadi di desa Tanjung Jaya, Kec. Tanjung Jaya, Kab. Tasikmalaya, yang sebagian warganya belum menerima bantuan sama sekali. Banyak warga yang mengeluh karena tidak mendapat bantuan, padahal rumah mereka mengalami kerusakan berat.

Forum Masyarakat Peduli Keadilan Tanjung Jaya, bersama dengan aktivis Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI) dan Himpunan Pedagang Kaki Lima Singaparna, mempertanyakan persoalan ini kepada pihak kecamatan Tanjung Jaya.

Pada saat pembagian dana bantuan tahap satu di desa Tanjung Jaya, pihak Kepala Desa mengaku telah membagikan dana sebesar Rp638 juta kepada warga. Akan tetapi, investigasi warga menemukan bahwa masih ada dana sisa sebesar Rp71.560.000 yang masih tersisa di tangan Kelompok Masyarakat (Pokmas).

SRMI juga melaporkan bahwa masih banyak warga yang belum terdata, ada praktik nepotisme dalam penyaluran, dan dana sisa yang masih tersimpan di rekening Pokmas.

Menanggapi tuntutan warga ini, pihak camat memerintahkan semua kepala desa untuk membagi habis dana tersebut. Warga juga mempertanyakan kinerja Pokmas yang tidak jelas.

Situasi sempat memanas saat diskusi berlangsung, sebelum akhirnya pimpinan sidang diserahkan kepada aktivis SRMI dan FMPKTJ.

Dalam pertemuan itu, pihak Camat memenuhi hampir keseluruhan tuntutan warga, diantaranya, penggantian anggota Pokmas dengan anggota Pokmas yang ditunjuk oleh warga, pendataan ulang para korban gempa, dan pencairan keseluruhan dana yang masih tersisa.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut
  • ana suryana

    tolong di investigasi pembagian dana gempa di desa sukakerta dan neglasari kecamatan jatiwaras