Brazil Jamin Hak Pekerja Rumah Tangga Setara Dengan Pekerja Formal

Pembantu rumah tangga di Brazil (Ilustrasi)

Senat Brazil telah membuat terobosan sangat penting. Senat Brazil menyetujui amandemen konstitusi untuk menjamin hak Pembantu Rumah Tangga (PRT) setara dengan pekerja lainnya.

Dengan keputusan ini, PRT di Brazil akan berada di bawah aturan UU Ketenaga Kerjaaan. Mereka juga akan diperlakukan sama dengan pekerja di sektor lainnya. Artinya, jam kerja mereka akan menjadi 8 jam sehari atau 44 jam seminggu.

“Ini adalah penghapusan perbudakan yang kedua. Ada pembantu rumah tangga yang bekerja 18 jam sehari,” kata Ketua Serikat Pembantu Rumah Tangga dan Pekerja Domestik Sao Puolo,  Eliana Menezes, kepada koran Brazil Folha de Sao Paulo.

UU ini akan melindungi pekerja domestik di Brazil, yang sekitar 92% diantaranya adalah perempuan. Sebelumnya, para pembantu diikat ketentuan yang diputuskan sepihak oleh majikan mereka.

Menurut data Institutut Geografi dan Statistik Brazil, pada tahun 2011, ada 6,1 juta perempuan Brazil yang bekerja di sektor atau 14% dari keseluruhan pekerja di Brazil. Rata-rata upah pekerja domestik dan PRT di Brazil hanya separuh dari upah pekerja sektor formal.

Banyak yang memperkirakan, jika ketentuan ini sudah diberlakukan, biaya memiliki pembantu akan naik 20% hingga 40%. Sementara banyak keluarga klas menengah di Brazil meminta bantuan pembantu untuk pekerjaan memasak, membersihkan, dan mencuci pakaian.

Pihak oposisi mengklaim bahwa ketentuan ini akan menambah barisan pengangguran di Brazil. Namun, Senat Brazil bersikukuh bahwa ketentuan ini diperlukan memanusiawikan pekerjaan PRT dan pekerja domestik di Brazil.

Raymond Samuel

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut