Besok, 73 Warga Pulau Padang Mulai Aksi Jahit Mulut

Sedikitnya 73 orang warga Pulau Padang, Kepulauan Meranti, Riau, akan menggelar aksi jahit mulut di depan gedung DPR, besok (19/12). Mereka menuntut Menteri Kehutanan segera mencabut SK nomor 327 tahun 2009 tentang ijin HTI kepada PT. Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP).

Menurut Muhammad Riduan, salah satu koordinator aksi ini, aksi jahit mulut ini akan berlangsung hingga Menhut merespon tuntutan para petani. “Ini adalah cara warga pulau padang untuk menyelamatkan pulaunya,” katanya.

Sebelumnya, kata Riduan, warga pulau padang sudah menggelar berkali-kali aksi massa, tapi tidak mendapat respon apapun dari pemerintah. Ia mengaku sudah menggelar aksi dari kelurahan, kecamatan, kabupaten, hingga provinsi.

“Pemerintah setempat tidak bisa menjawab persoalan kami. Makanya kami ke Jakarta, supaya tuntutan kami bisa lebih terdengar,” ujarnya.

Menurut Riduan, warga menganggap kehadiran PT. RAPP berpotensi membawa kerusakan lingkungan dan perampasan tanah.

Untuk diketahui, sebagian besar tanah di pulau padang adalah tanah gambut. Jika terjadi penebangan hutan, maka tanah gambut tersebut berpotensi mengalami subsidensi (penurunan).

“Pulau kami bisa tenggelam. Makanya, kami berjuang hidup mati untuk menyelamatkan pulau itu,” tegasnya.

Para petani pulau padang tiba di Jakarta pada hari Jumat (16/12) lalu. Mereka langsung membangun tenda di depan gedung DPR. Jumlah petani yang datang ke Jakarta mencapai 82 orang. Mereka tergabung dalam Forum Komunikasi Masyarakat Penyelamat Pulau Padang (FKMP3).

ULFA ILYAS

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut