Berjalan Ratusan Kilometer Dan Memanggul Salib Demi Sang Presiden

Dengan memanggul Salib seberat 15 kilogram, José Gregorio Luquez, seorang peziarah perdamaian, melakukan perjalanan ratusan kilometer. Ia menyebut perjalanannya ini sebagai “Miracle Crusade of Los Llanos”.

José Gregorio Luquez mendedikaskan perjalanannya sebagai permohonan tertinggi kepada Tuhan demi kesembuhan total sang Presiden tercinta, Hugo Chavez. Maklum, Presiden Republik Bolivarian Venezuela ini sempat berjuang keras melawan serangan kanker.

“Kau (Chavez) harus tetap hidup karena tanggung jawabmu sangat besar kepada rakyat,” kata Luquez. Ia berharap Chavez tetap sehat dan bisa memenangkan kembali pemilu presiden Venezuela tahun 2012 mendatang.

Luquez, yang juga seorang pemimpin yayasan keagamaan, telah melakukan banyak perjalanan dan melintasi banyak kota di Venezuela. Suatu hari, ia mengunjungi Chavez yang sedang dirawat di rumah sakit militer.

“José Gregorio Luque, saya sangat menghargai usaha heroik, iman, dan perjalanan anda,” kata Chavez saat menerima kunjungan Luque di rumah sakit militer.

Ia juga sering menelpon Chavez. Di seberang telpon, Chavez pun menjawab: “Saya akan terus berjuang untuk hidup. Saya akan terus sehat. Ini adalah janji besar saya.”

Bagi sebagian orang, khususnya kalangan oposisi, aksi José Gregorio Luque bisa dianggap berlebihan. Ada juga yang menyebutnya melakukan tindakan gila. Akan tetapi, sebagai seorang umat Tuhan yang taat, Luque menganggap cara ini sebagai perjalanan iman dan pengorbanan di hadapan Tuhan.

Pada bulan Agustus 2011 lalu, Luque melakukan perjalanan sejauh 500 kilometer dari kota Apure hingga Caracas. Ia tiba di istana kepresidenan Miraflores pada 29 Agustus 2011. Saat itu, Luque langsung disambut oleh Menteri Luar Negeri Venezuela, Nicholas Maduro.

Pada 25 Januari 2012 lalu,  Luque kembali memulai perjalanan baru. Ia berencana melakukan perjalanan sejauh 2000 mil. Pada puncaknya, ia akan menyerahkan salib yang sudah diarak ke seluruh negeri itu kepada Presiden Chavez.

Lugue, yang seorang pengikut Yesus yang taat, mengajak orang-orang Kristen Venezuela untuk memperbaharui iman mereka. Ia mengajak gereja-gereja dan organisasi pemuda mempromosikan spiritualitas, harapan, dan harmonisasi di Venezuela.

Di Indonesia, di negeri kita, adakah orang yang mau melakukan pengorbanan semacam ini kepada Presiden SBY? Yang terjadi justru sebaliknya: kedatangan SBY di berbagai kota sering disambut aksi massa. Tidak jarang demonstran membakar foto Presiden berhaluan neoliberal ini.

RAYMOND SAMUEL

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut