Bendera Setengah Tiang Warnai Aksi Solidaritas Bima Di Surabaya

Bendera setengah tiang, dengan tiang bambu yang berdiri di atas darah yang berserakan, mewarnai teatrikal aksi solidaritas untuk rakyat Bima di Surabaya, Jawa Timur, siang tadi (29/12).

Aksi tersebut digelar oleh 700-an mahasiswa dan rakyat yang tergabung dalam Solidaritas Darurat Nasional (SDN). Mereka memulai aksinya dari monumen kapal selam dan kemudian bergerak menuju gedung Grahadi Surabaya.

Aksi teatrikal, yang digelar tepat di depan gedung Grahadi, menggambarkan perilaku represif aparat keamanan terhadap massa rakyat. Sejumlah kasus kekerasan yang disorot oleh para aktivis adalah Mesuji, Bima, dan Papua.

“Aparatus negara, tidak terkecuali TNI/Polri, telah menjadi alat neo-kolonialis untuk mempertahankan kepentingannya. Mereka pun tidak tanggung-tanggung untuk menindas perlawanan rakyat,” ujar Moelyadi, salah seorang aktivis yang terlibat dalam aksi ini.

Menurut Moelyadi, derasnya modal asing juga berkontribusi pada meluasnya konflik sumber daya di berbagai penjuru tanah air. Dengan mengacu pada data yang ditemukan oleh Walhi, Moelyadi menyebut ada 103 konflik sumber daya yang terjadi di hampir seluruh wilayah Indonesia.

Dalam pernyataan sikapnya, SDN mengajukan sejumlah tuntutan, diantaranya: pencabutan ijin eksplorasi pertambangan, pembebasan para aktivis pejuang rakyat, penarikan pasukan TNI/Polri dari lokasi konflik agraria, pencopotan Kapolri, dan pencabutan UU pengadaan tanah.

SDN juga menuntut SBY-Budiono bertanggung-jawab atas kekerasan yang terjadi Bima dan sejumlah tempat di Indonsia. “SBY-Budiono adalah rejim pro-modal asing. Masa pemerintahnnya telah mengorbankan banyak nyawa rakyat,” ujar seorang orator.

Usai menyampaikan orasi-orasi politik, seluruh massa aksi SDN membentuk lingkaran berukuran besar. Di dalamnya, sejumlah aktivis menggelar aksi teatrikal yang menggambarkan penindasan rakyat.

Sebagai ungkapan belasungkawa terhadap pejuang rakyat yang gugur di Bima, Mesuji, dan Papua, para aktivis juga menurunkan bendera merah-putih setengah tiang dan diiringi dengan lagu Indonesia Raya.

SDN sendiri merupakan aliansi luas beranggotakan 30-an organisasi, seperti SBK-KSN, LAMRI, SMI, GMNI, PEMBEBASAN, SEBUMI, LMND, IMM, Pemuda Muhammadiyah, Pemuda Katolik, PPI, LBH, PRD, SRMI, FNPBI, HMI, PPRM, PAS, LPBP, KPPD, KAM ITS, FAM Unitomo, Perempuan Mahardika, PUSHAM Unair, Bhineka, PRRT, JONTHI, Forum kalimas, AMP Surabaya, KOPI, Benang Merah, LAMI, PAB, WALHI Jatim, KONTRAS, dan IKOHI JATIM.

KAMARUDDIN KOTO

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut