Hujan Deras Tak Menghalangi Aksi Solidaritas Bima Di Makassar

Hujan lebat terus mengguyur kota Makassar akhir-akhir ini. Tetapi, hal itu tidak menghalangi aksi-aksi solidaritas yang digalang sejumlah organisasi untuk mendukung perjuangan rakyat Bima.

Termasuk aksi yang digelar oleh Partai Rakyat Demokratik (PRD), siang tadi (29/12). Aktivis PRD, umumnya ibu-ibu, tetap bersemangat saat menggelar aksi solidaritas untuk rakyat Bima di bawah Fly-over Makassar.

Aksi ini banyak diwarnai dengan orasi-orasi politik dan lagu-lagu perjuangan. Selain itu, ada aksi teatrikal tentang kekerasan kepolisian saat menangani aksi protes rakyat di Bima.

Usai berorasi di bawah Fly-over, bersamaan dengan hujan yang mulai mereda, puluhan aktivis PRD ini pun mendatangi kantor DPRD Sulsel. Dua anggota DPRD Sulsel, Yusa Rasyid Ali (Demokrat) dan Imbar Ismail (Hanura), keluar menemui massa.

Salah seorang aktivis PRD, Nurjaya, yang juga putra kelahiran Bima, menguraikan latar-belakang aksi pendudukan rakyat di pelabuhan Sape, Bima. Katanya, aksi pendudukan itu merupakan akumulasi dari kekecewaan rakyat atas sikap abai Bupati Bima, Fery Zulkarain.

Nurjaya juga menegaskan, polisi tidak seharusnya merespon aksi itu dengan represi, apalagi dengan memuntahkan timah panas, sebab rakyat siap berdialog. “Rakyat di sana cuma ingin tuntutannya didengar dan penuhi,” tegasnya.

Kedua anggota DPRD berjanji akan meneruskan tuntutan massa aksi. Kedua anggota DPRD ini juga membacakan pernyataan sikap yang dibuat oleh PRD. Aksi ini ditutup dengan lagu “darah juang”.

BABRA KAMAL

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut