Bagaimana Venezuela Mereformasi Lembaga Kepolisian

Pada bulan April 2008, Presiden Venezuela Hugo Chavez memulai gebrakan untuk mereformasi kepolisian. Ia mengesahkan sebuah UU organik tentang pelayan polisi dan polisi nasional.

Dengan hukum baru itu, presiden berhaluan kiri ini berharap bisa merombak “model lama kepolisian”, termasuk mengubah watak represif polisi dengan pendidikan, pembangunan kesadaran, dan organisasi sosial.

Pada masa lalu, kata Chavez, kepolisian menjadi mesin kekerasan terhadap kaum miskin di perkampungan kaum miskin. Sangat jarang polisi melakukannya di perkampungan kaum kaya. Karenanya, dalam konsep baru Chavez, kepolisian akan ditransformasikan menjadi “polisi komunal” yang dekat dengan rakyat.

Nantinya, di setiap dewan komunal akan “modul pengamanan barrios”.  Itu akan dilakukan bekerjasama dengan kepolisian baru.

Lalu, setahun kemudian, tepatnya tahun 2009, proyek Chavez ini mulai dijalankan. Kementerian untuk keadilan dan urusan dalam negeri mulai program pelatihan “polisi komunal” di seluruh negeri.

Selain itu, dibangun juga universitas khusus untuk kepolisian. Maklum, di Venezuela hanya 3.6 polisi yang bisa belajar di Universitas, sedangkan 70% lainnya tidak memiliki prosedur manual.

Polisi komunal ini wajib mengetahui realitas kehidupan rakyat di lingkungan tempat kerjanya. Polisi komunal ini juga didorong untuk bisa bekerja dengan dewan-dewan komunal dan merespon berbagai persoalan mereka.

“Polisi sama dengan penjahat”

Sebelum Chavez memulai reformasi ini, Kepolisian Venezuela adalah mesin pembunuh paling mematikan. Hukum Venezuela memang melarang polisi membunuh. Tetapi, ketika polisi berada di perkampungan kumuh, mereka bisa membunuh tanpa proses hukum.

Polisi di Amerika latin memang dikenal brutal. Mereka banyak bekerjasama dengan gen-gen kejahatan dan pengedaran obat terlarang. Sangat sedikit polisi yang benar-benar memahami persoalan hak azasi manusia.

Lembaga kepolisian juga menjadi sumber korupsi dan suap. Ini mungkin problem jamak yang terjadi di institusi kepolisian di seluruh dunia. Termasuk institusi kepolisian di Indonesia.

Menurut laporan Latinobarometro, tingkat kejahatan di Venezuela termasuk tertinggi di Amerika Latin. Setiap tahunnya, ada 49% rakyat yang mengaku menjadi korban kejahatan, sedangkan rata-rata Amerika latin hanya 38%.

Tingkat kepercayaan rakyat terhadap polisi juga sangat rendah. Sebuah jajak pendapat menemukan fakta bahwa 70% rakyat Venezuela menganggap “polisi sama dengan pelaku kejahatan”.  Dari 30% kejahatan yang terjadi pelakunya adalah polisi.

Polisi Venezuela juga sangat represif terhadap gerakan rakyat. Polisi Venezuela, khususnya Kepolisian Metro Caracas,  menembaki aktivis mahasiswa dan pendukung Chavez saat melawan kudeta tahun 2002.

Capaian reformasi kepolisian

Pada tahun 2009, Venezuela telah mendirikan organisasi kepolisian baru: Polisi Nasional Bolivarian (PNB). Seluruh anggota PNB pernah mendapat pendidikan atau bekerja di dewan komunal dan mendapat pengetahuan HAM.

Setelah enam bulan bekerja, PNB mulai memperlihatkan kinerja positif: pembunuhan berkurang 60%, perampokan menurun mendekati 59%, dan kekerasan berbasis jender dikurangi 66% . Penurunan itu terjadi di daerah-daerah yang ada pasukan PNB.

PNB juga berjuang keras melawan perdagangan narkoba dan obat-obat terlarang.

Pada maret 2011 lalu, Kepolisian Metro-Caracas secara resmi dibubarkan. Kepolisian Metro-Caracas dikenal sebagai mesin kekerasan terhadap rakyat, terlibat berbagai kasus korupsi, dan kehilangan kepercayaan publik.

Kepolisian Metro-Caracas kemudian digantikan oleh PNB. Sejak itu, perang melawan kejahatan dan gen-gen kejahatan gencar dilakukan oleh PNB.

Menurut kepala PNB, Luis Fernandez, angka pembunuhan di Caracas telah turun  48.61%, menangkap 2,569 pelaku kejahatan, menghancurkan 249 gen kejahatan, dan membongkar 8 kasus penculikan.

Untuk menopang kinerja polisi ini, pemerintah pun menjamin tingkat kesejahteraan mereka. Setiap perwira PNB mendapat gaji 2800 bolivar (US $ 1.300)—tiga kali lipat dari gaji rata-rata polisi Venezuela.

Tetapi, yang lebih penting dari semua prestasi di atas, bahwa polisi Venezuela telah berubah mentalnya: dari ditakuti oleh rakyat menjadi dicintai oleh rakyat. Mereka tidak lagi menjadi pelayan oligarki, tetapi sekarang menjadi pelayan rakyat atau komunitas.

Sebagian besar anggota polisi baru ini mendapat pendidikan di universitas khusus, lalu diterjunkan ke komunitas-komunitas rakyat. Mereka diajarkan soal demokrasi, kepahlawanan, dan solidaritas.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut
  • Kita hanya bisa bermimpi..

  • Andreas Kusumajaya

    BAGUSSSSSSS!! LANJUTKAN REFORMASI DALAM KEPOLISIA DEMI TERWUJUDNYA POLISI RAKYAT YANG SEJATI! VIVA LA BOLIVARIANO REVOLUTION!!

  • Indonesia.??? gak lah yauuuuoooo….
    Polisi disini kalo gak bunuh rakyat gak hebat wakakakaa.. beraninya cuma sama orang lemah (yang notabene harus dilindungi)
    Polisi Durhaka