Bagaimana Program Gizi Untuk Anak Sekolah Berkontribusi Bagi Petani

Anak-anak di Brazil mendapat program makan gratis di sekolah

Sejak tahun 1995, Brazil punya program untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak sekolah. Program itu bernama Program Makanan Sekolah Nasional (PNAE). Awalnya, program ini dirancang untuk anak-anak dari keluarga miskin.

Program ini terdesentralisasi dengan melibatkan perwakilan keluarga, komunitas lokal, guru, pemerintah, dan legislator setempat. Awalnya, program ini hanya berjalan di distrik atau daerah tertentu di Brazil.

Pada waktu Lula Da Silva menang pemilu tahun 2002, program ini mulai diperluas dalam skala nasional. Pada jaman Lula Da Silva juga ada program yang disebut “Bolsa Familia”, yang memberikan uang tunia kepada keluarga miskin agar mereka bisa mengakses sekolah.

Sejak tahun 2003, anggaran PNAE sudah naik 300%. Program ini tidak hanya menjangkau anak-anak sekolah dasar, tetapi juga sekolah menengah dan dewasa, termasuk mereka yang mengambil kursus baca-tulis. Program ini telah memberi makan sedikitnya 45 juta anak-anak di Brazil.

Yang menarik dari program ini, pemerintah berusaha menghubungkan program gizi untuk anak sekolah ini dengan peningkatan kesejahteraan petani. Caranya: pemerintah Brazil membuat aturan bahwa paling minimal 30% yang disediakan di sekolah harus berasal dari keluarga petani yang berada di sekitarnya.

Di bentuklah semacam koperasi negara, Unacoop, yang memasok makanan untuk anak sekolah di program PNAE ini. Para petani diorganisir untuk menjadi anggota dari Unacoop ini.

Unacoop membeli hasil produksi petani dengan harga yang sangat menguntungkan. Dengan begitu, petani sangat tertolong dengan ketersediaan akses pasar dan harga jual yang menguntungkan.

Sejak itu, petani yang tergabung dalam program ini mengalami peningkatan kesejahteraan cukup signifikan. Mereka memasok berbagai jenis buah yang diperlukan untuk program gizi, seperti pisang, jeruk, alpukat, nanas, kacang mete dan ceri.

Petani pun tak perlu susah-susah untuk mengirim hasil pertaniannya. Pemerintah menjalankan grosir yang langsung membeli produk petani, yakni Central de Abastecimento e Servicos Auxiliares (CEASA), yang langsung mengirik truk untuk membeli produk petani.

Dengan cara ini, pemerintah Brazil mencapai dua target sekaligus: pertama, menaikkan kualitas gizi anak-anak sekolah. Kedua, memberikan akses pasar dan harga yang adil bagi petani lokal.

Raymond Samuel

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut