AS Bantu Pemerintah Kolombia Bunuh Pimpinan FARC

FARC.jpg

Sepak terjang Angkatan Perang Revolusioner Kolombia (FARC), kelompok gerilyawan kiri di Kolombia, benar-benar menjadi ancaman bagi kepentingan imperialis Amerika Serikat.

Tidak tanggung-tanggung, untuk menumpas gerilyawan kiri itu, pemerintah AS menggelontorkan dana, persenjataan, logistik, alat pengintaian, dan lain-lain kepada pemerintah dan militer Kolombia untuk tujuan tersebut.

Tanggal 21 Desember lalu, Washington Post menurunkan laporan mengenai program rahasia CIA untuk membantu pemerintah Kolombia menangkap dan membunuh para pemimpin terkemuka FARC.

Program rahasia itu, termasuk didalamnya bantuan teknologi penyadapan dari Agen Keamanan Nasional (NSA), didanai hingga milyaran dollar oleh pemerintah AS. Ini diluar anggaran paket bantuan militer senilai 9 milyar USD yang disebut Plan Colombia.

Menurut Washington Post, yang memburu informasi ke sejumlah pejabat militer, diplomat, dan intelijen AS, program rahasia CIA ini diawali di era pemerintahan Bush dan berlanjut hingga era Obama saat ini.

Program rahasia ini memberi dua bantuan penting bagi militer Kolombia untuk menumpas FARC dan ELN (Tentara Pembebasan Nasional). Pertama, sebuah teknologi pengintaian intelijen real-time yang memungkinkan tentara Kolombia bisa memburu target, yakni pemimpin gerilyawan, kemana saja. Kedua, sebuah senjata berupa bom pintar untuk membunuh target.

Bom seberat 500 pound itu, yang dipandu dengan GPS kit, mampu menerjang sasarannya dengan sangat akurat. Bahkan jika sasarannya berada di tengah-tengah hutan. Asalkan posisinya diketahui dan geo-koordinatnya akurat, maka bom akan menerjang sasaran dengan sangat akurat pula.

Pada bulan Maret 2008, Angkatan Udara Kolombia menggunakan bom pintar untuk membunuh pimpinan FARC, Raul Reyes, di perbatasan ekuador. Menurut Washington Post, pihak AS mengetahui dan menyetujui penyerangan itu.

Tahun 2010 lalu, militer Kolombia juga berhasil menewaskan Jorge Briceno (sering dipanggil “Mono Jojoy”). Jojoy juga tewas akibat serangan udara di daerah Macarena, salah satu basis pertahanan FARC. Kemudian, pada November 2011, FARC juga kehilangan pemimpin kuncinya, Alfonso Cano.

Pihak CIA sendiri menolak mengomentari laporan Washington Post itu. Sementara Presiden Kolombia, Juan Manuel Santos, mengatakan kepada Washintong Post, bahwa CIA telah membantu dan mempersiapkan militer kolombia dengan latihan dan pengetahuan terbaik.

Operasi ini bagian dari Presiden Kolombia saat itu, Alvaro Uribe, untuk menghabisi kekuatan bersenjata FARC hingga setengah dan menggiringnya ke pedalaman terpencil. Saat ini, menurut beberapa laporan, kekuatan FARC tinggal 8000-an gerilyawan bersenjata.

Sejak tahun 2012 lalu, pemerintah Kolombia dan FARC memulai perundingan damai di Havana, Kuba. Namun belum ada penghentian kontak senjata antar kedua belah pihak. FARC sendiri masih terus melakukan perlawanan. Pada tanggal 7 Desember lalu, mereka menyerang sebuah pos polisi di daerah pedalaman. Serangan itu menyebabkan 6 polisi tewas.

FARC sendiri merupakan gerilyawan Marxis terbesar di Amerika Latin. Organisasi ini berdiri pada bulan Mei 1964. Selain FARC, ada juga kelompok bersenjata kiri lain yang dibentuk tahun itu, yaitu ELN (Tentara Pembebasan Nasional). ELN sangat terinspirasi oleh Che Guevara.

Raymond Samuel

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut