Arie Waropen: Fokus Pembangunan Manusia Papua!

Pembangunan di Papua diharapkan tidak hanya mengejar pembangunan infrastruktur fisik, seperti jalan, pelabuhan, pasar, bandara, dan lain-lain, tetapi juga pembangunan manusianya.

“Penyelesaian persoalan Papua harus dimulai dari memanusiakan manusianya,” ujar Arie Waropen, mahasiswa asal Papua yang tengah merampungkan studi di Malang, Jawa Timur, kepada berdikaronline.com, Jumat (2/8/2019).

Pemuda kelahiran Jayapura ini menjelaskan, usaha memanusiakan manusia harus dimulai dari pengakuan akan hak dan martabatnya. Untuk itu, pembangunan manusia harus dimulai dari pemenuhan hak dasar.

“Pemenuhan hak dasar ini untuk memastikan setiap orang bisa mengembangkan potensinya, sehingga bisa berkiprah dalam kehidupan berbangsa,” kata pemuda berusia 28 tahun ini.

Arie menegaskan, pembangunan manusia menjadi penting mengingat fakta bahwa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Papua merupakan yang terendah di Indonesia.

Melihat ke data, Sepanjang 2010 sampai 2017, Papua menjadi Provinsi penyandang IPM terendah se-Indonesia. Tahun 2017, skornya masih di angka 59,09, sedangkan nasional di angka 70,81.

“Rendahnya IPM ini menunjukkan bahwa pengembangan pendidikan, kesehatan dan pemberdayaan ekonomi di Papua berjalan sangat lambat,” tegasnya.

Disamping itu, kata Arie, perlu menyiapkan kaum muda sebagai pelanjut tongkat estafet kepemimpinan masa depan, dengan mengasah gagasan dan kesadaran mereka.

“Sehingga mereka peka akan berbagai persoalan masyarakatnya, sekaligus bisa menemukan jalan keluarnya,” jelasnya.

Ia menegaskan, kedepan sejarah panjang Papua akan diukir oleh anak-anak muda. Karena itu, anak-anak muda harus dibekali pengetahuan dan nilai-nilai yang positif.

Risal Kurnia

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut