Apa Kabar, Camila Vallejo?

Masih ingat dengan Camila Vallejo? Namanya sempat mencuat, bahkan menjadi selebriti gerakan mahasiswa dunia, pada tahun 2011 lalu.

Koran bergengsi The New York Times pernah mendaulatnya sebagai “Revolusioner paling mempesona di dunia”. Sejumlah koran berbahasa Inggris, seperti Guardian dan Time Magazine, menobatkannya sebagai “Person of The Year 2011”.

Di negerinya, Chile, ia dianggap penerus seorang perempuan revolusioner negeri itu, Gladys Marín. Sedangkan koran ABC Spanyol menyebutnya “Che Guevara dari Chile”. Di Inggris, Guardian membandingkannya dengan komandan kharismatik Zapatista, Subcomandante Marcos.

Namun, akhir-akhir ini nama Camila mulai jarang muncul di media massa. Apalagi di media berbahasa Inggris dan Indonesia. Ia nyaris menghilang. Mungkin banyak yang mempertanyakan keberadaannya saat ini dan apa yang dilakukannya.

Untuk diketahui, pada tahun 2013 lalu, Camila maju sebagai calon anggota parlemen—di Chile disebut Kongres. Dia diusung oleh partai yang dicintainya, Partai Komunis Chile (PC). Dia maju dari daerah pemilihan yang dikenal sebagai pemukiman buruh di La Florida, Santiago.

Dan, Alhamdulillah, dia terpilih. Dia adalah satu dari empat mantan aktivis mahasiswa yang terpilih sebagai anggota parlemen. Aktivis lainnya yang terpilih adalah Giorgio Jackson, Gabriel Boric, dan Karol Cariola.

Jadi, kalau dulu Camila garang di jalanan, sekarang dia garang di ruang parlemen. Di parlemen, dia mengambil komisi yang mengurusi pendidikan. Saat itu usianya baru 25 tahun. Jadi, dia termasuk anggota parlemen termudah di Chile.

Perjuangan Camila di parlemen tidak gampang. Apalagi, parlemen Chile sangat sangat “laki-laki”. Maklum, dari 19 anggota senat, hanya 6 orang perempuan. Lalu, dari 120 anggota Dewan Perwakilan, hanya 19 orang perempuan. Salah satunya adalah Camila Vallejo.

Tentu saja, perjuangan Camila menjadi berat. Apalagi, jika ia berbicara hak-hak perempuan. “Ketika saya bicara hak aborsi, misalkan, mereka menganggap itu serangan terhadap keberadaan keluarga. Ini masyarakat yang sangat patriarkal,” kata Camila seperti dikutip Latercera.

Apalagi, sekarang ini Camila punya bayi perempuan bernama Adela Sarmiento. Ia kerap hadir di sidang parlemen bersama bayinya. Bagi Camila, dirinya sebagai perempuan dan sebagai politisi tidaklah terpisah.

Sayang, tidak bagi sebagian anggota parlemen yang laki-laki dan patriarkis. Jorge Schaulsohn, seorang anggota parlemen dari Partido por la Democracia, menuduh tindakan Camila membawa anaknya tidak etis.

Sebagai anggota parlemen, Camila tidak lupa dengan pemilihnya. Ia kerap melakukan “turba” ke daerah pemilihnya. Ia juga kerap menggelar rapat-rapat warga untuk menyerap aspirasi rakyat di daerah basis pemilihannya.

Tidak hanya itu, kendati dirinya dan partainya bagian dari pemerintahan Bachelet yang sedang berkuasa, ia tetap sering hadir di tengah-tengah aksi protes. Atau sekedar menyampaikan solidaritas terhadap rakyat yang berjuang.

Begitulah Camila Vallejo sekarang. Singkat cerita, dia tidak mundur dari dunia pergerakan.

Raymond Samuel

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut