Anggota Parlemen Podemos Tolak Gaji Penuh Dan Tunjangan

Banyak orang berebut menjadi pejabat politik, termasuk anggota parlemen, demi mendapatkan gaji dan tunjangan yang berjumlah besar. Itu umum dalam politik kita akhir-akhir ini.

Tetapi tidak dengan Podemos di Spanyol. Partai terbesar ketiga di Spanyol ini memerintahkan seluruh wakilnya di parlemen untuk hanya menerima separuh dari gajinya.

Dengan begitu, setiap anggota parlemen Podemos hanya akan menerima £1,400 (2.032 USD) per bulan dari total gaji anggota parlemen sebesar £2,400 (3.484 USD) per bulan.

Tidak hanya itu, anggota parlemen Podemos juga tidak akan mengambil tunjangan taxi tahunan sebesar £2,200 (3.193 USD) dan berbagai tunjangan lainnya.

Padahal, gaji anggota parlemen Spanyol sudah terbilang rendah bila dibandingkan dengan negara Eropa lainnya. Kalau dihitung-hitung, anggota parlemen Spanyol hanya menerima £30,000 (43.554 USD). Bandingkan, misalnya dengan anggota parlemen Inggris yang menerima £74,000 (107.433 USD).

Kebijakan Podemos ini diambil setelah 9 jam pertemuan Eksekutif partai atau sering disebut Dewan Warga Negara. Pertemuan itu memutuskan bahwa seluruh anggota parlemen dari Podemos harus melepas hak istimewanya.

Podemos adalah pendatang baru di kancah politik Spanyol. Partai berhaluan kiri ini baru berdiri tahun 2014. Namun, kendati baru berdiri, Podemos berhasil membuat kejutan besar di pemilu Spanyol tanggal 20 Desember 2015 lalu. Partai yang dipimpin oleh pemuda bernama Pablo Iglesias ini mendapatkan 20,3 persen suara dan berhasil mendudukkan 69 wakilnya di parlemen.

Kebijakan Podemos ini menuai pujian. Terutama karena dua faktor. Pertama, rakyat Spanyol sekarang ini masih terpukul oleh kebijakan penghematan (austerity) yang diterapkan oleh pemerintahanan kanan Partai Popular di bawah perdana menteri Perdana Menteri Mariano Rajoy. Kedua, rakyat Spanyol sudah muak dengan praktik korupsi yang marak dalam politik Spanyol.

Partai Popular dan Mariano Rajoy sendiri sedang digoyang isu korupsi. Bahkan Mariano Rajoy sendiri dituding terlibat skandal korupsi karena menerima dana sebesar 25.000 euro melalui bendahara partainya, Luis Barcenas.

Perolehan suara Partai Popular di pemilu lalu turun drastis, dari  44,64 persen suara atau 186 kursi di pemilu 2011 menjadi 29 persen suara atau 123 kursi di pemilu 2015. Penurunan suara juga dialami oleh partai tradisional kedua, yaitu sosialis (PSOE), yang sekarang ini hanya mendapat 22 persen suara atau sekitar 91 kursi.

Dengan situasi itu, Partai Popular tidak lagi menjadi kekuatan dominan di parlemen Spanyol. Hal itu pula yang menyulitkan Mariano Rajoy dan Partai Popular untuk membentuk pemerintahan. Apalagi, sosialis (PSOE) menolak untuk bergabung dengan pemerintahan Partai Popular.

Nah, kalau Partai Populer gagal membentuk pemerintahan hingga 13 Januari mendatang, maka peluang besar untuk pemilu ulang akan sangat mungkin terjadi. Dan kalau itu terjadi, Podemos yang makin populer dengan kebijakan pro-rakyatnya semakin berpotensi meraih  tambahan suara signifikan.

Raymond Samuel

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut