Ahed Tamimi: Demi Palestina Merdeka, Saya rela Dipenjara Ratusan Kali

Ahed Tamimi, gadis remaja Palestina yang videonya menampar dan menendang tentara Israel viral di media sosial, akhirnya menghirup udara bebas tanggal 29 Juli lalu.

Tamimi, yang segera jadi ikon perlawanan bangsa Palestina pasca kejadian itu, menjalani hukuman penjara selama 8 bulan. Begitu keluar pintu penjara, ia disambut bak pahlawan oleh rakyat Palestina.

Apakah penjara membuat Tamimi jera?

“Ini menambah pengalaman hidup saya, mungkin membuat saya lebih matang. Lebih berkesadaran,” kata Tamimi, seperti dikutip The Guardian (30/7/2018).

Tamimi mengakui, selama di penjara Israel, dirinya mendapat banyak tekanan dan intimidasi. Terutama ketika sedang diinterogasi oleh militer Israel.

Tetapi Tamimi menegaskan, penjara tidak membuatnya takut dan menyerah. Malahan, kepada Russian Today, Tamimi siap dipenjara ratusan kali demi memperjuangkan Palestina.

“Aku siap dipenjara ratusan kali, kalau itu demi negeriku,” kata gadis berusia 17 tahun ini.

Mengenai cita-cita masa depan, Tamimi berkeinginan melanjutkan studinya, lalu menjadi pengacara.

“Kalau Allah mengijinkan, saya akan mengambil ilmu hukum,” tuturnya.

Dengan menjadi pengacara, Tamimi bertekad menyeret kejahatan Israel terhadap Palestina ke pengadilan. Dia juga bertekad menjadikan hukum sebagai senjata menegakkan hak dan martabat Palestina.

“Saya bisa mengabdikannya untuk negara saya di forum internasional dan mewakili hak tahanan lainnya,” katanya kepada Reuters.

Ahed Tamimi menjadi populer dan menjadi ikon perjuangan bangsa Palestina setelah videonya, yang menampar dan menendang tentara sosial, viral di media sosial.

Dia elu-elukan bukan hanya oleh rakyat di kampungnya, Nabi Saleh, Ramallah, tetapi seluruh Israel. Dunia juga mengagumi keberaniannya.

Raymond Samuel

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut