Ambisi Venezuela Menjadi Negara Industri

Venezuela benar-benar berambisi menjadi negara Industri. Bahkan, seperti diungkapkan Presiden Hugo Chavez, Venezuela ingin menjadi negara industri terbesar di kawasan benua Amerika Latin.

Untuk tujuan itu, Venezuela pun sudah mempersiapkan pusat-pusat industri, seperti Lara, Yaracuy, Carabobo, Aragua, Miranda dan negara bagian Vargas. Kata Chavez, pusat-pusat industri itu akan menjadi poros besar industri, pengetahuan, dan teknologi.

Apalagi Venezuela disokong oleh produksi minyak. Orinoco Oil Belt, salah satu ladang minyak terbesar di Venezuela, dilibatkan dalam program ini. Juga, dalam kerangka itu, Venezuela akan membangun poros pertanian di negara bagian barat Apure. Serta kutub petrokimia di Zulia dan Falcon.

“Apa yang menjadi potensi kita harus diaktifkan dan terus diaktifkan. Pabrik-pabrik ini bagian dari potensi yang harus terus diaktifkan agar menjadi pusat industri, teknologi, dan pengetahuan di Amerika Selatan,” kata Chavez.

Ambisi ini bukanlah sebuah khayalan. Kata Chavez, semua prasyarat untuk menjadi negara Industri sudah dipunyai Venezuela. Hanya saja, kata Presiden berhaluan sosialis itu, belum ada kehendak politik. Di sini, politik bermakna soal bagaimana pemerintah memandu rakyat untuk bangkit menatap masa depan.

Venezuela tak mau hanya jadi eksportir minyak. Negara ini ingin sekali mengekspor hasil-hasil produksi yang lain. Jalannya adalah industrialisasi. Di Carabobo, salah satu daerah yang dipersiapkan sebagai pusat industri, sudah dibangun industri petrokomia, pabrik pupuk urea, fosfat, dan kaca.

Guna menopang langkah industrialisasi ini, Venezuela terus berjuang memantapkan syarat-syaratnya: perbaikan dan pembangunan pelabuhan, perbaikan jalur kereta api, menyediakan pasokan energi, elektrifikasi seluruh negeri, merehabilitas pusat-pusat industri dan lain-lain.

Selain itu, untuk menopang pendanaan, Chavez siap menggandeng sektor swasta. “Ini akan menjadi aliansi strategis untuk membuat Venezuela menjadi kekuatan industri baru di Amerika latin,” katanya.

Berkat gerakan nasionalisasi, banyak industri strategis sudah kembali ke pangkuan rakyat Venezuela. Salah satunya pabrik Diana, perusahaan yang produksi sabun dan makanan untuk kebutuhan dalam negeri.

Sejumlah negara, khususnya Rusia, Vietnam dan Tiongkok, digandeng dalam proyek industrialisasi ini. Tiongkok, misalnya, sangat membantu Venezuela dalam memproduksi berbagai jenis telpon genggam. Sekarang rakyat Venezuela bisa menggunakan ponsel yang diproduksi oleh negaranya sendiri.

Raymond Samuel

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut