Aktivis Pergerakan Di Surabaya Serukan Perdamaian Di Ambon

Puluhan aktivis pergerakan di Surabaya, Jawa Timur, menggelar aksi solidaritas untuk perdamaian dan persatuan rakyat di Ambon, Maluku, kemarin (12/9). Aksi ini digelar oleh aktivis dari SBK KP-KSN, Aliansi Jurnalis Independen, FAM Unair, Pewarta Foto Indonesia, dan SMKR.

Menurut Richo Hariyono, salah seorang humas aksi ini, rakyat Indonesia di Ambon pada dasarnya mencintai perdamaian dan persatuan. Ia menyesalkan lemahnya koordinasi aparat keamanan sebelum dan sesudah terjadinya kerusuhan.

Selain itu, kata Richo, selama ini ada kesan yang diciptakan dengan mengondisikan Ambon sebagai daerah konflik. Contohnya, kata dia, dengan adanya penambahan jumlah pasukan, baik TNI maupun Polri dengan berbagai persenjataan beratnya.

Padahal, lanjut Richo, pendekatan militeristik tersebut justru semakin memanaskan situasi. “Kota Ambon harus dibuat damai dan sejuk dengan memaksimalkan peran tokoh-tokoh agama, adat dan masyarakat yang ada,” katanya.

Dalam aksi itu, para aktivis juga menyerukan agar para jurnalis juga berpihak pada perdamaian di Ambon, dengan tidak memuat photo-photo yang berpotensi memanas-manasi dua kelompok bertikai di Ambon.

Dalam aksi itu, seorang mahasiswa asal Ambon di Surabaya, Angelo Robert, membacakan puisi berjudul “Gandonge”. Puisi itu menceritakan keinginan orang Ambon untuk hidup damai dalam persaudaraan.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut