Aksi Sempat Ricuh, Mahasiswa Surabaya Tuntut Pendidikan Murah Dan Berkualitas

Aksi massa memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di depan Gedung Grahadi, Surabaya, sempat berjalan ricuh. Ratusan massa mahasiswa terlibat dorong-dorongan dengan Polisi.

Kericuhan terjadi ketika massa mahasiswa berusaha menembus barikade Polisi. Usaha massa mahasiswa itu batal setelah Polisi berusaha mendesak mundur. Beberapa mahasiswa terjatuh, bahkan beberapa orang kehilangan sendalnya.

Ratusan mahasiswa ini merupakan gabungan dari lima organisasi pergerakan mahasiswa, yaitu Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND), Pergerakan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).

Selain aksi yang digelar oleh kelima organisasi itu, ada pula aksi yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unesa. Kelompok BEM ini juga mengecam praktek komersialisasi yang semakin marak di kampus-kampus.

Tuntut Pendidikan Murah Dan Berkualitas

Tuntutan utama mahasiswa saat menggelar aksi Hardiknas di Surabaya adalah penerapan pendidikan murah dan berkualitas. “Sudah saatnya seluruh rakyat Indonesia bisa menikmati pendidikan yang mencerdaskan,” kata Moelyadi, ketua LMND Surabaya.

Menurut Moelyadi, seharusnya pemerintah punya kemampuan untuk menyelenggarakan pendidikan murah dan berkualitas, tetapi itu tidak terlaksana lantaran pemerintah lebih gandrung menjalankan neoliberalisme dan tunduk kepada kepentingan swasta.

“Kalau pemerintah bisa mengelola sumber daya alam secara berdaulat, berani menghentikan pembayaran utang luar negeri, dan bisa menjalankan industrialisasi secara berkelanjutan, maka pemerintah akan punya anggaran yang cukup untuk menggratiskan pendidikan di bumi nusantara ini,” kata pemuda 25 tahun ini.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut