Aksi Global Melawan Perubahan Iklim

Kesadaran tentang perubahan iklim dunia agaknya belum benar-benar hadir dalam pikiran sebagian besar rakyat Indonesia. Situasi ini dapat dikatakan wajar, karena bila dibandingkan dengan penduduk dari belahan dunia barat yang lebih makmur, rakyat Indonesia masih disibukkan dengan persoalan ekonomi sehari-hari yang dianggap jauh lebih mendesak. Namun beberapa fenomena seperti musim panas yang berkepanjangan, banjir, serta kebakaran hutan, telah menimbulkan sejumlah pertanyaan dan perhatian terkait masalah lingkungan hidup.

Perubahan iklim telah lama menjadi kekhawatiran dunia. Semakin tingginya penggunaan energi fosil yang sejalan dengan meningkatnya industrialisasi telah berperan besar dalam menghasilkan polusi dan pemanasan global. Hal ini yang beberapa hari terakhir menjadi perhatian dunia.

Ratusan ribu orang ambil bagian dalam aksi menentang perubahan iklim global di berbagai kota di dunia (29/11). Aksi serentak ini sebagai tuntutan kepada pemerintahan lebih dari 190 negara yang bertemu di Paris, Prancis, dalam rangka Konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Perubahan Iklim 2015. Mereka menuntut pemerintah masing-masing untuk mengambil langkah yang lebih maju dalam rangka mengatasi persoalan perubahan iklim. Panitia yang mengorganisir kampanye ini secara global menyebutkan setidaknya 570 ribu orang telah berpartisipasi dalam aksi tersebut.

Bentrokan di Paris

Aksi yang diselenggarakan di Paris berujung bentrokan antara demonstran dengan pihak kepolisian. Ribuan massa berkumpul di alun-alun Place de la Republique, pusat kota Paris, meskipun ada larangan untuk berkumpul dari aparat berwenang sejak terjadinya serangan teroris 13 November lalu.

Polisi Prancis berusaha membubarkan demonstran dengan menggiring mereka keluar dari alun-alun. Namun sebagian massa bersikeras bahwa berkumpul masih merupakan hak warga yang tidak dapat dilarang. Bentorkan pun terjadi hingga polisi melepaskan tembakan gas air mata. Sekitar 200 demonstran ditangkap dan dikenai tahanan rumah.

Sebagian demonstran menggunakan metode yang lebih halus seperti membuat rantai manusia mengelilingi gedung-gedung di dekat pusat kota Paris. Sebagian aktivis lain melakukan improvisasi dengan meletakkan sepatu mereka di tengah lapangan Place de la Republique sebagai bentuk protes. Aksi ini diikuti oleh Paus Fransiskus dan Sekjen PBB, Ban Ki-Mon, yang turut meletakkan sepatu mereka sebagai tanda solidaritas.

Prancis sebagai tuan rumah Konferensi ini menerjunkan lebih dari 120 ribu aparat untuk mengamankan sekitar dari 150 kepala negara yang hadir dan sekitar 20.000 pejabat dari 190 negara pesertanya.

Tuntutan kongkrit

Para pemimpin negara dalam konferensi ini berharap dapat menghasilkan kesepakatan untuk memotong emisi gas karbon sehingga dapat mencegah semakin panasnya iklim bumi. Sementara aksi global yang diorganisir oleh berbagai kelompok pemerhati lingkungan ini mengajukan tuntutan umum yakni agar Konferensi di Paris menghasilkan keputusan yang lebih maju.

“Rakyat menyerukan dengan satu suara kepada para pemimpin untuk menghasilkan keputusan tentang energi masa depan yang sepenuhnya bersih di Konferensi Iklim di Paris. Meskipun berbagai rencana kegiatan kami di Paris telah dibatalkan, namun aksi secara global telah berhasil lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya, seperti di New York, Bangladesh, Australia, Inggris, dan berbagai tempat lain”, kata Emma Ruby-Sachs, salah satu organiser aksi.

Sementara kelompok politik pro lingkungan di Australia, melalui medianya Green Left, mengingatkan bahwa perubahan sistem ekonomi-politik merupakan jalan untuk menghasilkan perubahan di bidang lingkungan hidup. Dikatakan bahwa kapitalisme adalah sumber dari segala kerusakan lingkungan. Sebubah artikel lain yang ditulis oleh Maria Bonacci di media yang sama juga mengkritik aksi global yang diorganisir oleh kelompok-kelompok LSM lingkungan ini yang tidak mengajukan tuntutan kongkrit bersama selain “penggunaan 100% energi terbarukan” di masa depan.

Mardika Putera

(RT.com/Green Left)

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut