Kaos Merah Kembali Melakukan Demonstrasi Besar

BANGKOK: Ribuan demonstran anti-pemerintah, yaitu  Front Persatuan untuk Demokrasi Melawan Kediktatoran (UDD) atau kaos merah, menggelar protes dan rally di ibukota lama Thailand, Ayutthaya, untuk menuntut pembebasan pemimpin dan kawan-kawan mereka yang ditahan sejak “tragedi berdarah” pada bulan April dan Mei lalu.

Jumlah demonstran diperkirakan melebihi 10.000 orang, yang merupakan jumlah terbesar untuk aksi dalam beberapa bulan terakhir, sekaligus menandai kebangkitan kembali gerakan kaos merah.

Sementara di ibukota Bangkok, tidak seperti Ayutthaya, masih dalam keadaan darurat setelah 10 minggu protes yang melumpuhkan negeri itu pada bulan April dan Mei lalu, dan berakhir dengan 91 orang tewas. Pertemuan-pertemuan politik dilarang di bawah Undang-Undang Darurat.

Partai Demokrat, Partainya PM Abhisit Vejjajiva Dituding Korupsi

Sementara itu, pengadilan di Bangkok sedang mengadili Perdana Menteri Abhisit Vejjajiva terkait tudingan korupsi di tubuh partainya. Partai Demokrat menghadapi tuduhan bahwa mereka membayar 23 juta baht kepada perusahaan iklan, padahal hanya diizinkan membelanjakan iklan sebesar 19 juta baht.

Komite Pemilu Thailand (EC) pada April menyerukan partai demokrat dibubarkan atas klaim di atas. Namun berbagai pihak mencurigai bahwa PM Abhisit sudah mengkooptasi pengadilan.

Ada perkiraan bahwa Abhisit akan menggunakan kaos kuning, yaitu gerakan yang mewakili kepentingan elit dan kalangan liberal di negeri itu, untuk melakukan mobilisasi menentang pembubaran demokrat. (Ks)

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut