Akhir-akhir ini Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi program andalan Presiden dan Wakil Presiden Prabowo Subianto -Gibran Rakabumimg Raka banyak mendapat kritik pedas dan terus disorot warga Indonesia. Program besar dengan dana besar yang telah berjalan 2 tahun terakhir ini meski telah memberikan dampak bagi seluruh siwa penerima manfaat, masih juga mendapat sorotan tajam lantaran dinilai memboroskan amggatan belanja negara ( APBN) karena dana yang digunakan sangat besar dan pelaksanaanya tidak efektif dan efisien.
Para pihak baik tokoh masyarakat, aktivis LSM, akademisi maupun mahasiewa kemudian meminta presiden meninjau dan mengevaluasi kembali program MBG ini. Pasalnya terjadi banyak persoalan yang muncul dalam pelayanan MBG di berbagai sekolah di daerah yang disebabkan oleh ketidakprofesionalan pengelola program dan petugas-petugas Badan Gizi Nasional (BGN) baik di pusat maupun di daerah. Mirisnya, isu korupsi pun akhirnya terkuak hingga mengganggu hati dan telinga Presiden Prabowo.
Menghadapi dinamika isu dan kritik yang terus membanjiri laman media mainstream dan media sosial warga, Presiden Prabowo pun tidak tutup telinga dan tutup pintu komunikasi. Gerah dengan kritikan dan sejumlah persoalan yang mencengkram BGN yang mengelolah program MBG, Presiden Prabowo yang tegas, rendah hati, terbuka dan komunikatif ini kemudian melakukan langkah-langkah strategis,yaitu melakukan evaluasi dan berusaha mengurangi anggaran MBG dengan 5 hari pemberian MBG kepada para siswa (sebelumnya 6 hari), dan kedua melakukan langkah revolusioner mendorong Kejaksaan Agung RI melakukan pemeriksaan terhadap Kepala BGN dan jajarannya terkait adanya dugaan korupsi. Dan alhasil, Kepala BGN dan beberapa pengurusnya dicopot dari jabatan karena terjerat penyalahgunaan amggaran BGN.
Melihat fakta terobosan briliant ini, maka kita patut memberikan apresiasi yang sangat tinggi kepada Presiden Prabowo karena sebagai kepala negara, ia ternyata sangat peduli rakyat, sangat responsif terhadap deru kritik dan asa rakyat yang selama ini mengudara di ruang publik. Langkah strategis dan revolusioner dengan melakukan evaluasi dan efisiensi ini juga membuktikan kepada publik Indonesia bahwa Presiden Prabowo sangat terbuka dalam mendengarkan, menerima dan memperbaiki sistem dan mekanisme kerja yang kurang efektif, produktif dan efisien menjadi yang lebih baik di tahun-tahun mendatang. Fakta ini juga membuktikan bahwa Presiden Prabowo adalah pemimpin yang mengedepankan pemerintahan yang bersih, transparan, akuntabel dan mengedepankan asas demokrasi dan semangat reformasi.
Fakta lainnya yang terlihat kontras, Presiden Prabowo setelah merekam aroma korupsi kepala BGN dan para anak buahnya setahun terakhir langsung mencopot mereka dari jabatan dan diproses hukum. Hal ini membuktikan bahwa Presiden Prabowo yang sejak awal gigih dalam memberantas korupsi, tetap konsisten melibas korupsi di dalam tubuh pemerintahannya karena merugikan negara terutama menghambat pelayanan kebutuhan prima makanan bergizi bagi anak-anak Indonesia.
Gerakan cepat Prabowo dalam membersihkan korupsi ditubuh BGN demi keberlanjutan program sesuai asas manfaat , membuktikan bahwa Prabowo tidak pandang bulu dalam mewujudkan pemerintahannyang bersih dengan secara konsisten menjunjung tinggi supremasi hukum. Untuk itu, kita patut memberikan apresiasi yqng tinggi kepada Presiden Prabowo yang tegas, berani dan konsisten dalam memberantas praktek korupsi di dalam pemerintahannya tanpa melihat di balik itu baik kawan maupun lawan. Apa yang dilakukan Prabowo dengan mencopot kepala BGN memang sangat mengejutkan ditengah jalannya program MBG telah membuka mata dan telinga rakyat. Namun hal itu menjadi sebuah terobosan baru untuk menyelamatkan Program MBG.
Tentunya, bagi Prabowo langkah itu adalah jalan yang harus dilakukan demi tercapainya target program. Ia tentu tidak mau ada “duri di dalam daging.” Jadi kita memberikan apresiasi karena Prabowo tidak melindungi anak buahnya yang terbukti menjadi benalu korupsi. Kita berharap, kepala dan pengurus BGN yang baru dapat bekerja secara transparan dan profesional dalam menjalankan program MBG dari pusat hingga daerah demi tercapainya target dan sasaran dan tujuan mulia generasi emas Indonesia di 2045.
Sebagai pemimpin yang pro rakyat kecil, pemimpin yang demokratis dan menjunjung tinggi supremasi hukum, kita berharap selain melakukan evaluasi dan membersihkan korupsi di tubuh BGN, Prabowo juga harus mengawasi secara ketat program strategis lainnya, seperti Sekolah Rakyat, Koperasi Merah Putih, Kampung Nelayan, Sejuta Rumah Bersubsidi, dan lain-lain agar berjalan dengab baik sesuai harapan mencapai target, tepat waktu dan tepat sasaran. Seluruh progran strategis tersebut harus terbebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme , dan kalau ada sinyal korupsi, maka Presiden Prqbowo harus mengambil tindakab tegas sebagaimana yang dilakukqn terhadqp kepala BGN,cs. #Bravo Prabowo-GIBRAN#
Kornelius Moa Nita, S.Fil, Penulis Ketua Forum Peduli Pembangunan Daerah ( FPPD) Nusantara.


