Warga SAD 113 Masih Duduki Kantor Gubernur Jambi

Jambi.jpg

Ratusan warga Suku Anak Dalam (SAD) 113 Jambi masih bertahan di halaman kantor Gubernur Jambi, Kamis (4/10/2013). Sekitar pukul 10.00 WIB, mereka pun mulai menggelar mimbar bebas.

Namun, hingga tiga jam mimbar bebas itu berlangsung, tak satupun pejabat kantor Gubernur yang mau menemui petani. Lantaran kesal, massa pun berupaya menerobos masuk kantor Gubernur.

“Lihat pemerintah kita, tidak ada satupun yang mau menemui kita. Apakah mereka tuli? Apakah mereka buta sehingga mereka tidak dengar dan tidak melihat kita,” ujar Andi Syaputra, aktivis Partai Rakyat Demokratik (PRD) yang menjadi koordinator aksi ini.

Situasi pun memanas. Para petani saling dorong-mendorong dengan aparat keamanan. Beruntung, sekitar 1 jam kemudian, perwakilan Gubernur Jambi mempersilahkan perwakilan petani untuk berdialog.

Para petani ini ditemui oleh Kepala Biro Pemerintahan Setda Provinsi Jambi, Yazirman. Dalam dialog itu, warga SAD mendesak pemerintah Provinsi Jambi tidak lagi menunda-nunda penyelesaian konflik agraria antara warga SAD dengan PT. Asiatic Persada.

“Sudah jelas-jelas PT. Asiatic Persada  tidak menghargai Pemerintah Provinsi dan warga. Makanya kami menuntut agar Pemrov segera mengeluarkan rekomendasi untuk pencabutan izin HGU PT. Asiatic Persada,” ujar Andi Saputra.

Menanggapi hal itu, Pemprov Jambi menjanjikan akan mengeluarkan surat peringatan ke II kepada PT. Asiatic Persada. Surat itu nantinya akan memberi batas waktu 1x 14 hari kepada PT. Asiatic Persada untuk segera menyelesaiakan tuntuan warga SAD.

Jika surat peringatan kedua itu tidak diindahkan, maka Pemrov kembali akan mengeluarkan Surat Peringatan ketiga dengan batas waktu 1 x 7.

“Jika Surat peringatan itu tetap diabaikan, maka akan dikeluarkan surat rekomendasi pencabutan HGU PT. Asiatic Persada. Jadi, intinya kita akan menunggu selama 21 hari lagi,” ungkap Mawardi, ketua PRD Jambi yang turut dalam pertemuan tadi.

Hadi Yatullah

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut