Venezuela Berhasil Gagalkan Upaya “Destabilisasi”

Wakil Presiden Venezuela Jorge Arreaza mengumumkan bahwa pasukan kemanan Venezuela telah berhasil menggagalkan upaya mengacaukan situsi kemananan di Venezuela.

“Angkatan Bersenjata Nasional Bolivarian dan agen keamanan negara telah membongkar sebuah rencana yang akan mempengaruhi pemilihan dan pasca pemilihan,” kata Arreaza kepada media, Jumat (12/4).

Lebih lanjut, ia mengungkapkan, rencana tersebut melibatkan pasukan bayaran dari El Salvador yang ingin, tapi tidak bisa, mengganggu keamanan Republik pada menit terakhir.

Pengumuman pertama pemerintah menyebutkan bahwa sudah ada dua kelompok pasukan bayaran dari El Salvador untuk beroperasi di Venezuela sejak tanggal 6 April 2013.

Menteri Keadilan dan Urusan Dalam Negeri Venezuela, Nestor Reverol, memperingatkan bahwa kelompok tersebut didanai melalui perdagangan narkoba dan punya kaitan dengan teroris sayap kanan seperti Luis Posada Carriles.

Luis Posada Carriles, yang saat ini tinggal di Miami, Amerika Serikat, dituduh terlibat sejumlah serangan terorisme di Panama, termasuk aksi pengeboman maskapai penerbangan Kuba, pada tahun 1976, yang menewaskan 73 orang.

Arreaza juga mengumukan bahwa sekelompok mahasiswa telah ditangkap setelah berusaha menerobos masuk landasan udara Generalisimo Francisco de Miranda di Caracas. Kelompok yang sama juga berusaha memasuki markas Garda Nasional Venezuela.

Sebelumnya, Presiden sementara Venezuela Nicolas Maduro mengumumkan bahwa pasukan keamanan Venezuela telah menangkap kelompok paramiliter Kolombia yang ingin beroperasi di Venezuela.

Dalam serangkain serangan pagi hari, pihak berwenang Venezuela mengumumkan bahwa pasukan paramiliter Kolombia tersebut sudah berhasil mendapatkan seragam tentara Venezuela dan menimbun bahan peledak C4 dan material lainnya.

Diantara barang yang disita oleh Garda Bolivarian dari kelompok paramiliter Kolombia adalah tempat penyimpanan amunis/peluru untuk jenis senjata api.

Maduro mengingatkan, kelompok paramiliter Kolombia—yang sangat terkait dengan CIA dan militer AS—sengaja “datang untuk membunuh”. Namun, Maduro meminta agar rakyat Venezuela terus waspada tetapi tidak jatuh dalam provokasi.

Lalu, hanya beberapa jam setelah pengumuman Maduro, seorang pekerja di perusahaan minyak negara Venezuela (PDVSA) meninggal dunia di Rumah Sakit Caracas setelah mengalami luka tembak.

Menurut laporan TV publik VTV, karyawan tersebut ditembak di luar kantor PDVSA’s La Campina, ketika sejumlah pekerja lainnya terlibat perayaan dengan kandidat presiden dari kubu sosialis Nicolas Maduro.

Laporan VTV menyebutkan, saksi yang melihat kejadian itu menyakini bahwa serangan itu bermotif politik.

Sebelumnya, Menteri Perminyakan dan Pertambangan Venezuela, Rafael Ramirez, memperingatkan bahwa sektor minyak Venezuela menjadi target utama dari serangkaian upaya destabilisasi (kekacauan).

“Kami sangat menyadari adanya upaya destabilisasi dan kerusuhan, dan kami berkomitmen menjaga stabilitas dan perdamaian,” kata Ramirez kepada kantor berita AVN.

Arreaza sendiri memuji kinerja pasukan keamanan Venezuela dan menjamin berlangsungnya “Pemilu Damai” pada tanggal 14 April 2013 besok.

Kampanye Pilpres Berakhir

Sementara itu, Kampanye para kandidat Presiden Venezuela sudah berakhir sejak Kamis (11/4).

Dalam kampanye terakhir, kubu pendukung Revolusi Bolivarian melakukan mobilisasi besar-besaran dengan memerahkan 7 jalan utama di Ibukota Caracas. Sejumlah media memperkirakan jumlah rakyat yang menghadiri kampanye Maduro mencapai 3 juta orang.

Nicolas Maduro menyerukan pendukungnya agar datang ke TPS pada hari Minggu dan menargetkan 10 juta suara untuk kemenangan revolusi Bolivarian. Dalam Pilpres Oktober tahun lalu, Chavez mengumpulkan 8,2 juta suara dan selisih 11% dari pesaingnya.

Kampanye Nicolas Maduro dihadiri juga oleh bintang sepak bola Argentina, Diego Armando Maradona, pejabat pemerintah Venezuela, dan anggota keluarga Hugo Chavez.

Sementara itu, kandidat oposisi Henrique Capriles menguasai dua jalan saat berkampanye di Barquisimeto, Ibukota negara bagian Lara, yang dikontrol oleh oposisi.

Raymond Samuel

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut