Tolak Skema baru Kenaikan SP3, FAM Unair Lepas 500 Balon

Aktivis Front Aksi Mahasiswa (FAM) Universitas Airlangga seakan tidak pernah kehilangan ide kreatif saat mengekspresikan perlawanan terhadap kebijakan Universitas yang menindas.

Jika sebelum-sebelumnya mereka mengenakan pakaian ala pejuang kemerdekaan, lalu berziarah ke makam pahlawan, dan selanjutnya lagi menggelar panggung seni keliling, maka kali ini aktivis FAM Unair kembali menggelar aksi kreatif: melepaskan 500 balon ke udara sebagai bentuk protes.

Pada ratusan balon itu dilekatkan kain putih sepanjang 10 meter, yang bertuliskan pesan moral mahasiswa Unair untuk rakyat Indonesia: “FAM Unair mengucapkan terima kasih kepada rakyat Indonesia yang telah membiayai 500 mahasiswa program beasiswa bidik misi sehingga dapat berkuliah di unair.”

Dalam aksi ini, FAM Unair tetap menyatakan secara tegas menolak skema baru kenaikan uang sumbangan Peningkatan Pengembangan dan Pembangunan Pendidikan (SP3), yang dikenakan kepada angkatan baru tahun 2011 ini.

Dalam skema baru ini, uang SP3 akan dibayarkan secara proporsional, yaitu berdasarkan slip gaji/pendapatan orang tua mahasiswa, sedangkan dari keluarga tidak mampu akan dibebaskan dari biaya pendidikan dengan subsidi silang.

Selain melepas ratusan balon ke udara, mahasiswa juga melakukan orasi secara bergantian, pembacaan puisi, dan menyanyi bersama. Seorang mahasiswa kedokteran, Angela S. Nariswari, memainkan biola untuk mengiringi lagu-lagu perjuangan.

Tidak transparan

FAM Unair juga mempertanyakan transparansi dana beasiswa bidik misi untuk 500 mahasiswa Unair yang masuk lewat jalur SNMPTN dan prestasi.

Dana alokasi bea siswa bidik misi ini didapatkan dari APBN, dengan perincian setiap mahasiswa akan mendapat Rp5 juta per semester. Akan tetapi, dalam kenyataannya, mahasiswa hanya mendapat Rp500 ribu perbulan atau Rp3 juta per semester.

Akan tetapi, pihak birokrasi Unair mengatakan sisa anggaran itu digunakan untuk subsidi silang bagi mahasiswa kurang mampu.

FAM Unair sendiri tidak langsung percaya dengan pernyataan itu lantaran masih kurangnya transparansi pengelolaan beasiswa bidik misi, beasiswa dari instansi lain serta transparansi dari keuangan Unair.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut
  • Arya Guevara

    Salam lah utk Aditya Farista. Nanti kalo perjuangannya sdh selesai balik ke Pondok WNL ya..? 🙂
    Oya, satu lg, kuliahnya!! 😀