Tolak Kenaikan Harga BBM, Aliansi Rakyat Tuban ‘Duduki’ Kantor DPRD

Aksi massa Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) menuntut nasionalisasi perusahaan tambang asing, tahun 2006  (Dok: Berdikari)

Puluhan mahasiswa dan rakyat miskin di Tuban, Jawa Timur, menduduki kantor DPRD setempat, Rabu (19/6/2013). Mereka mendesak semua fraksi di DPRD Tuban untuk mengambil sikap menolak kenaikan harga BBM.

Massa aksi ini merupakan gabungan beberapa organisasi, seperti Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI), Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND), Ikatan Mahasiswa Muhamadiyah (IMM), dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), bernaung di bawah payung Aliansi Rakyat Tuban.

Aliansi Rakyat Tuban memulai aksinya dari gedung olahraga (GOR) Ronggajaya Tuban. Lalu, sekitar pukul 14.00 WIB, massa aksi berjalan kaki menuju kantor DPRD Tuban. Di sepanjang jalan massa aksi meneriakkan yel-yel menolak kenaikan harga BBM.

Koordinator aksi, Alfian, mengatakan bahwa kenaikan harga BBM akan menyengsarakan rakyat banyak. “Kalau harga BBM dinaikkan, maka harga barang-barang juga baik. Biaya hidup makin tinggi. Ini akan menambah beban rakyat miskin,” katanya.

Setelah berorasi beberapa puluh menit, massa aksi ditemui oleh Ketua DPRD Tuban, Kristiawan, SP, MM. Politisi partai Golkar ini menyatakan dukungan terhadap aksi menolak kenaikan harga BBM. Ia pun membubuhkan tanda tangan sebagai bentuk dukungan.

Namun, Aliansi Rakyat Tuban menghendaki agar semua fraksi di DPRD Tuban juga melakukan hal yang sama. Sayang, anggota dari fraksi-fraksi DPRD Tuban tidak kunjung menemui mahasiswa. Karena itu, mahasiswa pun memilih bertahan di kantor DPRD.

Kordinator Biro organisasi KPW PRD Jatim, Hermawan, yang turut hadir dalam aksi ini, mengajak mahasiswa dan rakyat berjuang bersama menggagalkan kenaikan harga BBM dan memperjuangkan pelaksanaan pasal 33 UUD 1945.

Purnama Aning

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut
  • Hendri Kurniawan

    dan beberapa jam yang lalu, kawan2 yang melakukan aksi pendudukan di DPRD Tuban dalam menolak kenaikan harga BBM dibubarkan oleh aparat, dan beberapa kawan2 luka-luka.