Polisi Bubarkan Aksi Aliansi Rakyat Tuban, Dua Aktivis Terluka

Ilustrasi

Aksi massa Aliansi Rakyat Tuban untuk menolak kenaikan harga BBM di kantor DPRD Tuban, Rabu (19/6/2013), dibubarkan paksa oleh aparat kepolisian. Akibatnya, dua orang aktivis Aliansi Rakyat Tuban, yakni Fery (14) dan Hendra (18), mengalami luka parah.

Keduanya adalah anggota Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI). Saat kejadian, Fery dan Hendra bersama dengan aktivis Aliansi Rakyat Tuban lainnya sedang berusaha menduduki di kantor DPRD. “Kami akan bertahan hingga semua fraksi di DPRD menyatakan sikap menolak kenaikan harga BBM,” ujar koordinator aksi, Alfian.

Alfia menceritakan, hingga sore hari massa Aliansi Rakyat Tuban masih bertahan di kantor DPRD. Saat itu mereka mendapat tambahan kekuatan setelah kedatangan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). “Suasana mulai tambah bersemangat,” kata Alfian.

Saat itu, kata Alfian, massa aksi yang kecewa dengan kenaikan harga BBM kemudian membakar foto SBY dan Boediono. Usai membakar foto SBY dan Boediono, massa aksi kembali melakukan orasi secara bergantian.

Karena mereka tak kunjung ditemui oleh anggota fraksi DPRD, massa pun marah dan mulai membakar ban bekas di halaman kantor DPRD. Saat itulah pihak kepolisian membubarkan aksi dan mendesak massa aksi hingga keluar kantor DPRD.

Namun, aktivis Aliansi Rakyat Tuban tidak mau menyerah. Mereka kemudian berusaha memblokir jalan di depan kantor DPRD. Polisi kembali datang dan menyerang massa aksi. Bentrokan pun tak dapat dihindarkan. Pada saat itulah dua massa aksi, yakni Fery dan Hendra, dipukuli oleh aparat kepolisian.

Karena kekuatan tidak berimbang, massa aksi pun memilih mundur. Namun, massa aksi berjanji kembali akan menggelar aksi yang lebih besar untuk memaksa pembatalan kenaikan harga BBM.

Ipung Timboel

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut