Tolak Kenaikan BBM, Seorang Mahasiswa Ditusuk Di Samarinda

Hendra, mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Mulawarman, terbaring lemah di Rumah Sakit Umum AW Sjahranie. Ia menjadi korban penusukan saat ikut serta dalam aksi massa menolak kenaikan harga BBM di Samarinda, Sabtu (22/6/2013).

Seorang mahasiswa yang terlibat aksi massa menolak kenaikan harga BBM di Samarinda, Kalimantan Timur, ditusuk oleh orang yang tidak dikenal. Kejadian penusukan itu berlangsung polisi dan preman membubarkan aksi massa menolak kenaikan harga BBM Sabtu (22/6/2013), sekitar pukul 00.30 WITA.

Mahasiswa tersebut bernama Hendra. Ia tercatat sebagai mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Mulawarman (UNMUL). Hingga berita ini diturunkan, Hendra masih terbaring lemah di Rumah Sakit Umum AW Sjahranie.

“Ada indikasi dia ditusuk dengan benda tajam yang sudah dilumuri dengan racun. Akibatnya, kondisi korban sangat kritis,” ujar Rahman, Ketua Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) kota Samarinda.

Menurut Rahman, Hendra bergabung dengan ratusan massa aksi dari aliansi Gerakan Rakyat Bersatu (GRB) menolak kenaikan harga BBM sejak Jumat (21/6) sore hingga malam hari.

Beberapa saat setelah Menko Perekonomian Hatta Radjasa mengumumkan kenaikan harga BBM, mahasiswa yang tergabung dalam GRB kembali keluar kampus dan menggelar aksi massa.

Rahman menceritakan, sekitar pukul 00.30 WITA, massa aksi GRB bergerak dengan berjalan kaki menuju Simpang Mal Lembuswana. Sayang, sebelum mahasiswa mencapai tempat tersebut, mereka diserang Polisi dan preman bayaran.

“Ketika kami diserang, massa aksi mulai kocar-kacir. Kami berusaha menghindari kekerasan. Saat itulah kawan Herman ditusuk oleh orang tidak dikenal,” kata Rahman.

Rahman mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan siapa pelaku penusukan tersebut. Yang pasti, kata dia, mereka diserang Polisi dan preman bayaran.

“Ya, kemungkinannya kalau bukan Polisi pasti preman. Tapi kami belum memastikan. Yang jelas, pihak kepolisian harus bertanggung-jawab atas kejadian ini,” kata Rahman.

Sebelumnya, sekitar pukul 23.00 WITA, kepolisian Samarinda bersama preman bayaran juga membubarkan aksi demonstrasi yang digelar oleh Gerakan Rakyat Bersatu.

Mahesa Danu

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut