Tim Penyelesaian Konflik Respon Tuntutan SAD 113

Hingga siang hari (10/4), ratusan petani Suku Anak Dalam (SAD) 113 masih bertahan di kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jambi. Mereka tetap menuntut realisasi BPN Jambi terkait pengembalian tanah ulayat milik SAD 113.

Sekitar pukul 14.00 WIB, perwakilan petani SAD 113 diajak berdialog dengan Tim Penyelesaian Konflik yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jambi, Syarasadin.

Dalam pertemuan itu, Tim Penyelesaian Konflik menjanjikan bahwa pada tanggal 22 April mendatang digelar pertemuan antara petani SAD 113 dengan perwakilan PT. Asiatic Persada. “Mereka (Tim Penyelesaian Konflik) menjanjikan akan memastikan jadwal pengukuran pada tanggal 22 April itu,” kata kata koordinator lapangan aksi, Zulham Adamy.

Dengan adanya janji itu, pihak masyarakat SAD 113 merasa sudah ada titik temu dengan pihak Tim Penyelesaian Konflik. “Mereka sudah menjanjikan akan menentukan jadwal pengkuran pada pertemuan itu. Bagi kami, itu sudah ada harapan. Tinggal memastikan realisasinya,” ujar Zulham.

Akhirnya, seusai pertemuan itu, sekitar pukul 16.00 WIB, masyarakat SAD 113 memutuskan untuk mengakhiri aksi pendudukan. Mereka pun kembali ke kampung halaman masing-masing dengan menumpangi 17 mobil bak terbuka.

Joko Supriadi Nata

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut