Stephen Hawking, Fisikawan Penentang Perang

Stephen Hawking, ahli fisika terkemuka di dunia, meninggal pada 14 Maret 2018. Ilmuwan kelahiran Inggris ini berpulang di usia 76 tahun.

Semasa hidupnya, Hawking tidak hanya berjasa pada ilmu pengetahuan, tetapi juga pada kemanusiaan. Di masa mudanya, dia pernah menjadi aktivis anti-perang.

Di tahun 1960-an, ketika keangkuhan imperialis berusaha mencabik-cabik Vietnam, Hawking jadi penentangnya. Tak hanya dengan kata-kata, tetapi terlibat langsung dalam aksi demonstrasi menentang perang Vietnam.

Tariq Ali, seorang penulis dan aktivis mahasiswa di tahun 1960-an, mengkonfirmasi keterlibatan Hawking dalam gerakan menentang perang Vietnam. Tariq sendiri memimpin aksi anti-perang Vietnam di Inggris bersama aktris Vanessa Redgrave.

Tahun 2003, ketika Amerika Serikat menyerbu Irak, Hawking kembali menjadi penentang. Bahkan, pada November 2014, dalam sebuah aksi anti-perang Irak di lapangan Trafalgar, London, penulis buku A Brief History of Time ini turut bergabung dengan aktivis dan membacakan beberapa nama korban perang Irak.

“Perang ini didasarkan pada dua kebohongan,” kata Hawking, seperti dikutip Guardian saat itu.

Dua kebohongan yang dimaksud Hawking adalah fitnah senjata pemusnah massal dan terlibat serangan 11 September 2001 yang dituduhkan kepada Irak.

Tahun 2013, Hawking juga menggemparkan dunia, ketika menolak menghadiri sebuah konferensi penting di Israel. Aksi itu sebagai bentuk dukungan Hawking terhadap gerakan boikot akademik yang digalang oleh ilmuwan Palestina.

Itu bukan pertama kalinya Hawking berada di sisi Palestina melawan Israel. Tahun 2009, dalam sebuah wawancara dengan Aljazeera, dia mengutuk operasi militer Israel terhadap Gaza Palestina. Dia menyebut keadaan Palestina saat itu “seperti Afrika Selatan 1990. Ini tidak boleh dilanjutkan.”

Tahun lalu, dia berseru kepada jutaan pengikutnya di facebook agar mau mengulurkan sumbangan untuk mendanai kuliah fisika untuk mahasiswa di Palestina.

Hawking juga penentang penggunaan senjata nuklir. “Senjata nuklir masih menjadi bahaya terbesar untuk kelangsungan hidup manusia,” kata Hawking, seperti dikutip BBC.

Hawking, yang sepanjang hidupnya banyak mendukung partai Buruh, punya perhatian besar terhadap isu pemanasan global dan jaminan kesehatan publik. Dia mengkhawatirkan layanan kesehatan publik Inggris yang terancam diprivatisasi dan pemangkasan anggaran.

Selamat jalan, Stephen Hawking. Oh, iya, tanggal kepergianmu sama dengan Karl Marx, pemikir yang menginspirasi pembebasan kaum tertindas itu.

Raymond Samuel

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut