Solidaritas Bima: FRAT Jogjakarta Gelar Panggung Kesenian Rakyat

Ratusan mahasiswa berkumpul di titik nol kilometer, di depan benteng Vredeburg, Jogjakarta, jumat malam (6/1/12). Mereka menggelar panggung kesenian rakyat sebagai ungkapan solidaritas untuk rakyat Bima.

Acara ini diorganisir oleh aktivis Front Rakyat Anti-Tambang (FRAT) Jogjakarta. Mereka mengecam berbagai tindakan represif negara terhadap kaum tani, seperti di Bima, Mesuji, dan beberapa tempat lainnya di seluruh Indonesia.

Beberapa kegiatan pun digelar. Diantaranya: puisi, tarian daerah, lagu perjuangan, dan pencak silat. Selain itu, aktivis FRAT juga memutar video tentang kekerasan Polisi saat membubarkan aksi rakyat di pelabuhan Sape, Bima.

Acara ini berhasil menyedot perhatian masyarakat di sekitar kawasan Malioboro. Beberapa diantara mereka bahkan ikut menonton dan mendengarkan orasi-orasi politik yang disampaikan oleh perwakilan organisasi pergerakan.

Dalam tuntutannya, aktivis FRAT Jogjakarta mendesak agar bupati Bima segera mencabut ijin eksplorasi pertambangan PT. Sumber Mineral Nusantara. Menurut para aktivis, pemberian ijin eksplorasi itu berpotensi merampas tanah rakyat dan merusak lingkungan sekitar.

Menurut rencana, aktivis FRAT akan menggelar besar-besaran pada tanggal 8 Januari 2012. Puluhan organisasi yang tergabung dalam FRAT akan berpartisipasi dalam aksi ini, seperti KEPMA Bima, PRD, FMN, LMND, Pembebasan, SAMAN, Perempuan Mahardika, FAM J, HPMSB, LM NASDEM, LPN, AJI Damai, SABUK, KPO PRP, SMI, PPI, Resista, IKPM DOMPU, HMI MPO, ASRAMA NTB, IMM, PMII, IKPM KEPRI, IMPSY, IKS, FKMK, IKPMD-I, dan HMI DIPO.

ISNAWATI PUJAKESUMA

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut