Serikat Buruh Turki Serukan Mogok Dua Hari

Gerakan rakyat Turki di lapangan Taksim, Istambul.

Perlawanan terhadap rezim berkuasa di Turki, Perdana Menteri Tayyip Erdogan, terus menguat. Selain menyebar ke berbagai kota di Turki, perlawanan anti-pemerintah juga menyeret berbagai sektor sosial di masyarakat Turki.

Salah satunya adalah gerakan buruh. Senin (3/6), Serikat Buruh Sektor Publik Turki (KESK) menyatakan dukungan terhadap perlawanan menentang pemerintah. Tak hanya itu, KESK juga menyerukan pemogokan umum selama dua hari, yani Selasa dan Rabu.

KESK, salah satu konfederasi serikat buruh terbesar di Turki, memiliki 240 ribu anggota dan 11 serikat buruh. Aksi mogok ini akan berdampak terhadap sejumlah layanan publik, seperti sekolah, universitas, dan kantor pemerintah.

Wakil Perdana Menteri Minta Maaf

Sementara itu, Wakil Perdana Menteri Turki Bulent Arinc menyatakan permintaan maaf atas apa yang disebutnya “kekerasan berlebihan” terhadap aktivis yang mempertahankan Taman Gezi.

Ia mengakui, pemerintah telah bertindak kasar ketika mengirimkan polisi untuk membersihkan aktivis lingkungan yang sedang menggelar aksi duduk di taman Gezi pekan lalu.

“Di awal protes, kekerasan berlebihan digunakan terhadap mereka yang memperhatikan lingkungan adalah salah. Ini tidak adil dan saya meminta maaf kepada mereka,” katanya.

Namun, ia menolak meminta maaf kepada mereka yang terlibat dalam gerakan menentang pemerintah. “Orang-orang yang menyebabkan kerusakan fasilitas umum dan mereka yang mencoba membatasi kebebasan rakyat, kami tidak perlu meminta maaf,” katanya.

Dua Orang Gugur

Menyusul kekerasan oleh kepolisian selama 3 hari terakhir, dua orang dinyatakan meninggal.

Korban pertama terjadi saat kecelakaan taksi di Istambul. Sedangkan korban kedua tewas di Antakya, yang merupakan perbatasan antara Turki dan Suriah.

Abdullah Comert, 22 tahun, salah seorang aktivis yang gugur, disebut-sebut mengalami luka tembak di kepala. Tetapi pihak pemerintah membantah dan menyatakan Abdullah hanya mengalami pemukulan di bagian kepala.

Kelompok HAM Turki memperkirakan 1300-an orang mengalami perlakuan kekerasan dari polisi. Sementara lebih dari 3.300 orang ditangkap polisi selama tiga hari protes.

Raymond Samuel

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut