Ribuan Warga Galunggung Protes Penambangan Pasir

Sekitar 3000-an warga Galunggung, Tasikmalaya, memprotes aktivitas penambangan pasir di kawasan gunung Galunggung. Sebagian besar massa adalah petani, peternak ikan,  tokoh ulama,  pemuda dan mahasiswa.

Dalam aksi yang berlangsung di kantor Bupati Tasikmalaya itu,  Masyarakat Galunggung Menggugat—nama aliansi yang menyatukan masyarakat itu—menganggap aktivitas penambangan pasir itu membawa dampak buruk bagi warga Galunggung.

Koordinator aksi Masyarakat Galunggung Menggungat, Nandang Abdul Ajiz, menceritakan bahwa aktivitas penambangan itu menyebabkan kerusakan lingkungan. “Air limbah dari penambangan pasir memasuki sungai, yakni Sungai tanah Galunggung Cipanas Cikunir, Cipanas Jambaran, Cipanas Cipendan,” katanya.

Selain itu, menurut Nandang, dampak limbah penambangan pasir juga membuat peternak ikan merugi, lahan pertanian banyak yang rusak, dan terjadinya pendangkalan akibat lumpur penambangan pasir.

Di sebuah kampung, namanya Sindang Wakaf, tanahnya sudah hampir habis karena dikuasai dan dieksploitasi oleh CV. Putra Mandiri.

Dampak lainnya adalah kerusakan infrastruktur jalan akibat truk-truk pembawa pasir. Masyarakat juga meminta agar pemerintah segera merealisasikan pembangunan jalan dikawasan galunggung, khususnya jalur Cipanas, Ciponyo, Citamperas, Tawang Banteng, Warung Sabeulah, Muara sampai perbatasan Cikunir  pada tahun 2011 ini.

Masyarakat menuntut kepada pemerintah setempat, termasuk dinas pertambangan dan energi, melakukan pengawasan ketat dan mengambil tindakan terhadap perusahaan-perusahaan penambang pasir di kawasan gunung Galunggung.

Masyarakat juga menuntut adanya pembangunan irigasi guna menjamin ketersediaan air untuk kebutuhan sarana ibadah, pertanian, air minum, dan lain-lain.

Dalam aksi itu, kericuhan sempat terjadi tatkala Bupati muncul di hadapan massa rakyat. Akan tetapi, kericuhan itu bisa diatasi oleh koordinator aksi dan tokoh-tokoh masyarakat.

Menanggapi tuntutan warganya, Bupati Tasikmalaya H.Uu Ruzhanul Ulum meminta maaf kepada masyarakat karena belum merealisasikan tuntutan rakyat. “Kami juga sangat berterimakasih kepada masyarakat yang sudah datang ke kantor saya, sebelumnya kami juga tadi mau kelapangan,” kata sang Bupati kepada massa.

Untuk persoalan air dan irigasi, pihak Bupati berjanji akan memanggil pihak pengusaha untuk membicarakan hal tersebut. Pertemuan dengan pihak pengusaha dijadwalkan hari itu juga (23/6).

Sedangkan untuk pembangunan jalan dijanjikan pada tahun 2011-2012 ini, meskipun akan dilakukan secara bertahap.

Atas jawaban Bupati tersebut, Aliansi Masyarakat Galunggung Menggugat memberi ultimatum selama 3 x 24 jam kepada pihak Bupati untuk merealisasikan beberapa tuntutan masyarakat.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut