Ribuan Buruh PT. Cinderella Villa Indonesia Menolak Perusahaannya Digusur

Ribuan buruh PT Cinderella Villa Indonesia (CVI) menyatakan perlawanan terhadap rencana Pengadilan Negeri Surabaya akan melakukan eksekusi lahan tempat perusahaan tempat mereka bekerja.

Ribuan buruh itu menggelar aksinya di halaman perusahaan, tepatnya di kawasan Tanjung Sari, Surabaya, Jawa Timur, Ahad (12/6). Para buruh menganggap keputusan PN Surabaya itu tidak adil dan tidak berperikemanusiaan.

Kasus ini bermula dari gugatan Moeksaid Soeparman, Direktur PT Ekspedisi Muatan Kapal Laut (EMKL), terhadap lahan seluas 25 ribu meter persegi, yang merupakan lokasi berdiri dan beroperasinya PT.CVI.

Kuasa Hukum PT CVI, Budi Kusumaning Ati, menjelaskan bahwa Moeksaid Soeparman sudah enam kali melayangkan gugatan, tetapi selalu gagal karena keputusan MA selalu memenangkan PT.CVI. Perusahaan pembuat sepatu ini mengaku mengantongi sertifikat hak milik atas lahan tersebut.

Kali ini, dalam usaha merampas tanah seluas 25 ribu  meter persegi itu, pihak Moeksaid Soeparman menggunakan status tanah petok D. Dan, setelah melalui proses persidangan, PN Surabaya mengeluarkan putusan eksekusi bernomor 46/EKS/2006/PN.Sby.Jo No.191/Pdt.G/2006/PN.Sby.

Kehilangan Pekerjaan

Jika putusan PN Surabaya itu tetap dijalankan, maka setidaknya 2000-an buruh akan kehilangan pekerjaan mereka.

Oleh karena itu, dalam aksi siang tadi, para buruh juga menggelar aksinya di kantor PN Surabaya. Sayang sekali, kedatangan kaum buruh ini tidak mendapatkan respon sebagaimana mestinya dari PN Surabaya.

“Urusan perut jangan pernah diusik, nyawa pun akan kami pertaruhkan,” ujar seorang buruh perempuan kepada Berdikari Online.

Jika aksi mereka tetap tidak dipedulikan oleh pengadilan, para buruh ini tidak ragu-ragu untuk menduduki kantor Pengadilan Negeri Surabaya.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut
  • iron

    dimanakah keadilan di bumi indonesia ini.??? apakah penegak hukum di indonesia hanya bisa menelantarkan rakyatnya dan akhirnya rakyatnya harus mencari makan di negerinya orang….??
    sampai kapan pengangguran di negeri ini akan berkurang jika yang terjadi hanyalah sperti ini.