Seribuan Anggota PRD Peringati Sumpah Pemuda Di Makassar

Seribuan kader dan anggota Partai Rakyat Demokratik (PRD) memperingati 83 tahun Sumpah Pemuda di Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (28/10). Mereka menuntut penghentian kebijakan neoliberal dan seruan untuk kembali kepada cita-cita proklamasi 17 Agustus 1945.

Selain dimeriahkan oleh panji-panji partai, aksi ini juga dibuat sedikit menarik oleh spanduk bergambar foto pemimpin pembebasan nasional Indonesia, Soekarno. Adapula aksi teatrikal 7 orang aktivis PRD yang mengecat badannya dengan warna putih dan kemudian ditulis huruf hingga membentuk kata “Pasal 33”.

Aksi PRD Sulsel ini juga dihadiri langsung oleh perwakilan KPP-PRD, Alif Kamal. Kepada massa aksi itu, Alif menjelaskan bahwa gerakan pasal 33 UUD 1945 merupakan upaya mengembalikan kedaulatan rakyat terhadap kekayaan alam yang terkandung di bumi Indonesia.

“Kita belum menjadi bangsa yang merdeka sepenuhnya. Ini dikarenakan praktek kolonialisme masih terus terjadi di berbagai lapangan kehidupan: ekonomi, politik, dan sosial-budaya,” katanya.

Ini menjadi masalah, kata Alif, karena rejim berkuasa sekarang ini tidak berjuang untuk melindungi kepentingan nasional, tapi justru menyambut dengan tangan terbuka masuknya dominasi asing di Indonesia.

Dalam kondisi inilah, Alif Kamal menganggap semangat pasal 33 UUD 1945, yang sejatinya dirumuskan oleh founding father sejak awal pergerakan, sangat relevan menjadi senjata bersama untuk melawan imperialisme dan kekuasan nasional yang mengabdi kepada asing tersebut.

Seusia Alif Kamal menyampaikan orasi, para pengurus PRD setempat pun bergantian menyampaikan orasi politik. Pada intinya, mereka menganggap pemerintahan SBY-Budiono sudah melenceng dari semangat proklamasi kemerdekaan. “SBY-Budiono jelas merupakan pelanggar konstitusi, khususnya pasal 33 UUD 1945,” ujar Musafir Yasin, aktivis PRD dari Palopo, sebuah daerah di bagian utara Sulsel.

Sementara orator PRD lainnya menyoroti sejumlah kebijakan pemerintah lokal yang dianggap bertentangan dengan pasal 33 UUD 1945. Salah satunya adalah kebijakan swastanisasi air yang saat ini sedang digencarkan oleh Pemkot Makassar.

Seusai menyampaikan sikap politiknya di DPRD Sulsel, ribuan anggota PRD ini bergerak kembali ke kawasan tol reformasi atau flyover Makassar. Di sana, satu per satu kader PRD kembali menggelar orasi, sambil mengajak pengguna jalan untuk mendukung gerakan nasional pasal 33 UUD 1945.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut